Kalah Agresif dari Brasil, RI Dinilai Masih 'Pelit' Insentif
Rabu, 02 Juni 2021 - 22:00 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dia, Kementerian ESDM sebetulnya sudah memberikan keringanan kepada para kontraktor dengan pemberian fleksibilitas kontrak bagi hasil berupa gross split ataupun cost recovery. Kemudahan tersebut diberikan untuk menarik investor-investor baru ke Indonesia.
"Sekarang ini kita mencoba untuk bisa memberikan lagi keringanan dan kemudahan berupa insentif yang terkait dengan bidang ESDM, di mana kita sudah melakukan perbandingan dengan negara-negara yang ada di sekitar kita," paparnya.
Baca juga: Yiha...! Gaji ke-13 Bakal Segera Cair
Arifin menilai Indonesia masih kalah agresif dibandingkan negara lain di kawasan ASEAN dalam memberikan insentif kepada para investor migas. Dia juga menyontohkan, negara seperti Brasil berhasil mendapatkan temuan besar karena adanya pemberian insentif yang lebih baik.
"Di sisi lain, KKKS besar ini sudah mulai mengalihkan perhatiannya pada energi baru terbarukan (EBT). Kemudian adanya temuan besar seperti di Brasil yang disebabkan pemberian insentifnya yang lebih baik," tandasnya.
"Sekarang ini kita mencoba untuk bisa memberikan lagi keringanan dan kemudahan berupa insentif yang terkait dengan bidang ESDM, di mana kita sudah melakukan perbandingan dengan negara-negara yang ada di sekitar kita," paparnya.
Baca juga: Yiha...! Gaji ke-13 Bakal Segera Cair
Arifin menilai Indonesia masih kalah agresif dibandingkan negara lain di kawasan ASEAN dalam memberikan insentif kepada para investor migas. Dia juga menyontohkan, negara seperti Brasil berhasil mendapatkan temuan besar karena adanya pemberian insentif yang lebih baik.
"Di sisi lain, KKKS besar ini sudah mulai mengalihkan perhatiannya pada energi baru terbarukan (EBT). Kemudian adanya temuan besar seperti di Brasil yang disebabkan pemberian insentifnya yang lebih baik," tandasnya.
(ind)
Lihat Juga :