Ada Vaksinasi, Industri Kapal Pesiar di Asia Mulai Bangkit

Kamis, 03 Juni 2021 - 07:01 WIB
loading...
Ada Vaksinasi, Industri...
Kapal pesiar Genting Cruise. Foto/Dok SINDOnews/Ali Masduki
A A A
JAKARTA - Sektor pelayaran di kawasan Asia mulai menggeliat dalam enam bulan terakhir seiring gencarnya program vaksinasi dan minat warga dunia untuk jalan-jalan dengan kapal pesiar.

Hal tersebut terungkap dalam publikasi yang diterbitkan konsultan properti Colliers International terkait kinerja bisnis pelayaran kawasan Asia Pasifik (APAC) kuartal II/2021.

Colliers mencatat bahwa di Asia, hampir semua perjalanan dengan kapal pesiar besar telah ditangguhkan sejak Maret 2020 dan para calon penumpang juga telah diminta menjadwalkan ulang perjalanan hingga pandemi Covid-19 mereda.

"Di luar penangguhan pelayaran, sebagian besar pelabuhan di Asia sudah melarang setiap kapal pesiar yang ada di laut untuk menepi di dock," tulis Colliers dalam publikasinya, Rabu (2/6/2021).

Baca juga: Indonesia Tuan Rumah FIBA Asia Cup 2021

Namun, dengan banyaknya permintaan untuk perjalanan ke luar negeri, bersama dengan peningkatan jumlah warga yang divaksinasi di berbagai negara, sektor pelayaran di Asia telah meningkat pesat selama enam bulan terakhir.

Di Singapura, misalnya, lebih dari 120 ribu orang telah berlayar dengan kapal pesiar, tanpa kasus Covid-19 di kapal sejak program percontohan untuk me-reboot industri pelayaran dimulai November lalu.

Lantaran banyaknya permintaan untuk "cruise to nowhere", baik lini Royal Caribbean dan Genting Cruise baru-baru ini memperpanjang pelayaran hingga Oktober 2021.

"Di luar Singapura, Malaysia juga akan melanjutkan pelayaran pada bulan Mei dari Penang, dengan Star Cruises di bawah lini Genting Cruise yang menawarkan rencana perjalanan Langkawi dan Malaka. Pelayaran domestik ini diharapkan dapat merevitalisasi agen perjalanan yang selama ini terkena dampak negatif dari Covid-19 dan memberikan kesempatan kerja bagi warganya," papar Colliers.

Baca juga: Ini 3 Lokasi Tempat Duduk Aman saat Makan di Restoran

Sementara itu, konsultan yang bermarkas di Kanada itu juga mencatat bahwa pemerintah China telah menyetujui dimulainya kembali operasi pelayaran diatas kapal Piano Land, kapal pesiar mewah pertama yang dioperasikan di dalam negeri, dengan pelayaran pertama dari Sanya.

Dengan serah terima Carnival Corporation's Sea Princess (yang diganti namanya menjadi Charming) kepada pemilik baru asal China, Sanya International Cruise Development Co., China sedang bersiap untuk meluncurkan pelayaran domestik keduanya untuk beroperasi dengan kapal pesiar yang baru diakuisisi pada Mei 2021.

"Saat ini, operator pelayaran bekerja sama dengan berbagai pemerintah dan otoritas kesehatan dan pariwisata setempat untuk memastikan bahwa protokol ketat dan langkah-langkah manajemen yang aman terpenuhi, dengan inspeksi rutin yang dilakukan di atas kapal untuk memastikan kepatuhan," tambahnya.

Selain itu, karena semua penumpang harus menjalani tes Covid-19 sebelum keberangkatan kapal pesiar, beberapa operator kapal pesiar tentunya harus mengalokasikan biaya tes untuk meyakinkan publik bahwa pelayaran ini tetap menjadi pengalaman 'value-for-money. Ini terutama terlihat di pasar Asia yang telah menjadi pasar yang sangat penting untuk perusahaan pelayaran dalam beberapa tahun terakhir.

"Permintaan kapal pesiar terus meningkat dengan peluncuran vaksin di Asia dan di seluruh dunia. Ini akan menjadi pertanda baik untuk destinasi, di mana kawasan Asia siap menjadi sumber pasar terbesar untuk kapal pesiar global hingga dekade berikutnya," pungkasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Biaya Logistik Menggila,...
Biaya Logistik Menggila, Pembeli Asia Batalkan Impor LPG dari AS
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Gapasdap Dorong Pemerintah...
Gapasdap Dorong Pemerintah Perhatikan Nasib Angkutan Pelayaran Imbas Kenaikan Dolar AS
Pakar Militer Ini Sebut...
Pakar Militer Ini Sebut AS Tak Sadari Gelombang Kejut Besar di Asia
Rekomendasi
BMKG Ingatkan Dampak...
BMKG Ingatkan Dampak El Nino, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai
Tingkatkan Layanan Kesehatan...
Tingkatkan Layanan Kesehatan di Rumah Sakit, RS Pelni Gelar Pelatihan AI
Saat Prancis Hujan Rekor...
Saat Prancis Hujan Rekor di Laga Kedua Grup I Piala Dunia 2026
Berita Terkini
IHSG Siang Anjlok 1,29%...
IHSG Siang Anjlok 1,29% ke 6.037, Sektor Keuangan dan Energi Jadi Pemberat
Komut Pertamina Mochamad...
Komut Pertamina Mochamad Iriawan: Investasi Terbaik Bangsa pada Manusia
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Baju Bekas Ilegal Senilai Rp37,4 Miliar
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Reform Syndicate Sodorkan 5 Rekomendasi Taktis
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved