Menko Airlangga: Momentum Akselerasi Pemulihan Ekonomi Terus Berlanjut
Kamis, 03 Juni 2021 - 10:32 WIB
loading...
A
A
A
Tak hanya itu, permintaan baru, output, dan pembelian naik pada tingkat yang belum pernah terjadi selama 10 tahun sejarah survei. Sementara ketenagakerjaan kembali bertumbuh setelah 14 bulan untuk memenuhi kebutuhan kapasitas operasional yang meningkat. PMI Manufaktur Indonesia pada posisi Mei 2021 ini merupakan yang tertinggi sejak survei pertama kali dilakukan pada April 2011.
"Peningkatan PMI Manufaktur Indonesia menunjukkan bahwa sektor industri mulai bangkit, dan ini makin menambah optimisme dan keyakinan akan kenaikan pertumbuhan ekonomi di triwulan II/2021," ujar Airlangga.
Baca Juga: Media China: Negara Harus Siap Perang Nuklir dengan AS
Dari jenis industrinya, industri pengolahan disebut masih akan berperan penting dan mendominasi perekonomian Indonesia. Dalam struktur PDB Indonesia berdasarkan lapangan usaha, pada Kuartal I/2021, industri pengolahan berkontribusi sebesar 19,84%.
Dari keseluruhan subsektor industri, yang mempunyai kontribusi terbesar terhadap PDB industri pengolahan non-migas adalah subsektor industri makanan dan minuman (37,98%), diikuti subsektor industri kimia, farmasi, dan obat (11,23%).
Di sisi lain, pemerintah mencatat adanya peningkatan impor barang modal sebesar 11,55% (yoy) dan bahan baku/penolong sebesar 33,24% (yoy) di April 2021 pun ikut berkontribusi terhadap peningkatan aktivitas manufaktur Indonesia. Kondisi input produksi dan permintaan global yang terus membaik akan memberikan peluang terhadap prospek kinerja ekspor Indonesia ke depannya.
"Peningkatan PMI Manufaktur Indonesia menunjukkan bahwa sektor industri mulai bangkit, dan ini makin menambah optimisme dan keyakinan akan kenaikan pertumbuhan ekonomi di triwulan II/2021," ujar Airlangga.
Baca Juga: Media China: Negara Harus Siap Perang Nuklir dengan AS
Dari jenis industrinya, industri pengolahan disebut masih akan berperan penting dan mendominasi perekonomian Indonesia. Dalam struktur PDB Indonesia berdasarkan lapangan usaha, pada Kuartal I/2021, industri pengolahan berkontribusi sebesar 19,84%.
Dari keseluruhan subsektor industri, yang mempunyai kontribusi terbesar terhadap PDB industri pengolahan non-migas adalah subsektor industri makanan dan minuman (37,98%), diikuti subsektor industri kimia, farmasi, dan obat (11,23%).
Di sisi lain, pemerintah mencatat adanya peningkatan impor barang modal sebesar 11,55% (yoy) dan bahan baku/penolong sebesar 33,24% (yoy) di April 2021 pun ikut berkontribusi terhadap peningkatan aktivitas manufaktur Indonesia. Kondisi input produksi dan permintaan global yang terus membaik akan memberikan peluang terhadap prospek kinerja ekspor Indonesia ke depannya.
(fai)
Lihat Juga :