Lebaran Kerek Penjualan Alat Rumah Tangga Premium Milik IUIGA

Kamis, 03 Juni 2021 - 22:00 WIB
loading...
Lebaran Kerek Penjualan...
Ilustrasi. FOTO/Astra Bonardo
A A A
JAKARTA - Beberapa pekan menjelang puasa dan hari raya lebaran tahun ini tidak sedikit bisnis ritel mengalami penurunan pendapatan, terutama untuk mereka yang memiliki offline store. Bahkan, ada pula yang gulung tikar semenjak pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Namun kondisi tersebut tidak dialami oleh perusahaan ritel di sektor alat rumah tangga UIGA.

Sejak kehadirannya di Indonesia pada Agustus 2020 dimana pandemi Covid-19 masih sangat baru, IUIGA terus tumbuh dan hadir dengan konsep bisnis yang menyediakan produk home living premium langsung dari pabrikan Original Design Manufacturer (ODM) dengan harga transparan. Terbukti dengan kerja keras yang konsisten dalam memperkenalkan IUIGA ke masyarakat, IUIGA mendapatkan feedback yang baik dan positif sehingga saat ini IUIGA sudah memiliki 4 toko yang tersebar di Jabodetabek dan masih akan terus bertambah hingga akhir tahun ini.

"Kondisi pandemi membuat adanya pembatasan aktivitas mudik pada lebaran tahun ini. Hal ini membuat perayaan lebaran banyak dilakukan bersama keluarga di rumah masing-masing yang mendorong meningkatnya permintaan produk rumah. Menawarkan pengalaman berbelanja secara online dan teknologi pembayaran tanpa kasir di seluruh outlet IUIGA juga membuat kami dapat memberikan kenyamanan bagi konsumen di kondisi pandemi. Di bulan Mei, IUIGA mampu mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 75,8% dibandingkan dengan bulan April 2021," ujar Managing Director IUIGA Indonesia, William Firman di Jakarta, Kamis (3/6/2021).

Baca Juga: Jelang Penutupan Seluruh Gerai, Nasib Karyawan Giant Belum Jelas

Bisnis model ODM yang dimiliki IUIGA merupakan salah satu faktor pendukung keberhasilan IUIGA di Indonesia. Bermitra dengan lebih dari 600 Pabrik ODM dari merek ternama, IUIGA dapat memastikan kualitas produk yang dihasilkan sama baiknya dengan merek premium yang sudah ada di pasar. Produk ini kemudian didistribusikan secara langsung oleh IUIGA tanpa melalui pihak ketiga untuk memastikan biaya yang efisien. Hal ini membuat IUIGA mampu menawarkan harga yang lebih terjangkau dibandingkan dengan produk serupa dari merek premium. Selain itu, transparansi harga ini membuat IUIGA menjadi satu-satunya ritel yang memberikan informasi produk kepada konsumen secara lengkap mulai dari profit sampai harga komparasi dari merek premium yang menggunakan pabrikan yang sama.

"Dengan menggunakan bisnis model ODM, IUIGA memotong jalur distribusi konvensional dan memberikan value for money yang lebih baik kepada konsumen. Harga jual produk IUIGA di kisaran 1,25 sampai 2,5 kali harga pokok produksi sedangkan merek premium di pasar bisa sampai 8-15 kali," ujar dia.

Baca Juga: Garuda Indonesia Rugi Triliunan Tiap Bulan, Kartika: Sudah Tak Mungkin Dilanjutkan

Sebagai pelopor bisnis model ODM di Asia Tenggara, IUIGA telah banyak dikenal melalui produk-produk rumah yang tahan lama dan bermanfaat dengan harga terjangkau. Desain produk yang unik dan minimalis dengan dominasi warna putih juga telah menjadi salah satu ciri khas IUIGA. Tidak seperti produk ritel lainnya, semua produk IUIGA juga memiliki free exchange/refund selama 30 hari dan garansi produk mulai 1 tahun sampai dengan 20 tahun.

"Kami bersyukur masih dapat bertumbuh dan melakukan ekspansi bisnis di situasi sulit seperti sekarang khususnya untuk industri ritel. Melalui dukungan inovasi teknologi yang dimiliki IUIGA, kami berkomitmen untuk selalu menghadirkan produk rumah berkualitas dengan pengalaman berbelanja yang nyaman dan aman," kata dia.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tupperware Resmi Tutup,...
Tupperware Resmi Tutup, Akhir Cerita 33 Tahun Menemani Keluarga Indonesia
Awan Mendung Industri...
Awan Mendung Industri Ritel ? 13 Gerai Matahari Bakal Tutup di 2024
Manfaatkan Momentum...
Manfaatkan Momentum Akhir Tahun, Bisnis Mal LPKR Berpotensi Tumbuh
Transformasi Bisnis,...
Transformasi Bisnis, Unilever Bukukan Kinerja Positif di Kuartal III 2023
Unilever Raup Laba Rp1,4...
Unilever Raup Laba Rp1,4 Triliun di Kuartal III-2023, Begini 5 Jurusnya
Penjualan Ritel Juni...
Penjualan Ritel Juni 2023 Turun Tipis, BI Ungkap Penyebabnya
Lepas 200 Juta Lembar...
Lepas 200 Juta Lembar Saham, Importir Buah Ini Yakin Kinerjanya Makin Cemerlang
Hadirkan Beragam Alat...
Hadirkan Beragam Alat Elektronik Rumah Tangga, BOLDe Buka Store Baru
Jaga Kebersihan Rumah...
Jaga Kebersihan Rumah dengan Wireless Vacuum Cleaner dari eMSHOP
Rekomendasi
Ronaldo Tulis Sejarah...
Ronaldo Tulis Sejarah di Piala Dunia yang Sulit Disamai Messi
Guru MI di Karawang...
Guru MI di Karawang Dilatih Kuasai E-LKPD Berbasis STEM
Portugal Difavoritkan,...
Portugal Difavoritkan, Ronaldo Dituntut Pecah Telur
Berita Terkini
240 BUMN Tak Produktif...
240 BUMN Tak Produktif Dibubarin Prabowo: Tidak Untung, Rugi Terus
Persaingan Pasar Game...
Persaingan Pasar Game Valorant, Intip Strategi Ekspansi Tokovalorant
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved