Penumpang Kereta Turun Drastis, KAI Rugi Rp303,4 Miliar di Kuartal I/2021

loading...
Penumpang Kereta Turun Drastis, KAI Rugi Rp303,4 Miliar di Kuartal I/2021
Penumpang kereta api. Foto/Dok SINDOnews
JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengalami kerugian sebesar Rp303,47 miliar pada kuartal I/2021. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu masih membukukan laba bersih Rp281,94 miliar.

VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan, kerugian perseroan di kuartal pertama karena dampak dari pandemi Covid-19 sehingga pendapatan dari penumpang mengalami penurunan.

Baca juga: Swab Antigen Elecsys, Metode Baru Deteksi Covid-19 Ini Punya Sensitivitas Hingga 94,5%

“Kerugian tersebut dikarenakan dampak pandemi Covid-19 yang menyebabkan volume penumpang turun drastis,” ujarnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Jumat (4/6/2021).



Joni menjelaskan, sebelum pandemi pada kuartal I/2020 KAI melayani 90,7 juga pelanggan kereta api. Jumlah ini setara dengan 30,2 juta pelanggan rata-rata per bulannya.

Sementara pada periode April-Desember 2020 ketika pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia, KAI melayani 94 juta pelanggan kereta api atau jika dirata-rata adalah 10,5 juta per bulan. “Jumlah tersebut turun 65% jika dibanding kuartal pertama 2020,” ucapnya.

Baca juga: Di Ujung Tanduk, Kementerian BUMN Akui Garuda Terancam Bangkrut

Sementara pada 2021, ungkap dia, jumlahnya sebenarnya sudah mulai naik meskipun belum signifikan. Pada periode Januari hingga April 2021, KAI Group melayani rata-rata 12,9 juta pelanggan per bulannya.

“KAI akan terus berupaya mengoptimalkan pendapatan dari berbagai sisi agar bisa tetap bertahan pada masa pandemi Covid-19 ini serta tetap konsisten mmberikan layann terbaik bagi pelanggan,” tandasnya.
(ind)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top