Investasi Subsektor Ketenagalistrikan per April Capai Rp25,5 Triliun

Jum'at, 04 Juni 2021 - 15:47 WIB
loading...
Investasi Subsektor...
Investasi ketenagalisrikan per April di bawah target yang ditetapkan akibat dampak pandemi Covid-19. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Realisasi investasi subsektor ketenagalistrikan hingga April 2021 tercatat mencapai USD1,82 miliar atau sekitar Rp25,5 triliun (kurs Rp14.000 per USD). Capaian tersebut lebih rendah dari target bulan April sebesar USD2,48 miliar.

Baca Juga: Digoyang Corona, Investasi Ketenagalistrikan Jeblok

Capaian realisasi investasi tersebut terdiri dari investasi PLN sebesar USD1,28 miliar dan IPP sebesar USD0,54 miliar. Adapun target investasi subsektor ketenagalistrikan hingga akhir tahun 2021 sebesar USD9,9 miliar.

"Capaian USD1,82 miliar ini masih minim jika dibandingkan target total USD9,19 miliar di tahun 2021. Tapi kita masih punya waktu ke depannya untuk menggenjot agar subsektor ketenagalistrikan bisa berkontribusi terhadap pencapaian investasi secara nasional," ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana dalam konferensi pers, Jumat (4/6/2021).

Menurut Rida, pandemi Covid-19 masih berdampak pada realisasi investasi subsektor ketenagalistrikan. Adanya pembatasan masuk tenaga kerja asing dan juga peralatan material menyebabkan pekerjaan konstruksi mengalami keterlambatan.

Baca Juga: Dubes Arab Saudi Kirim Surat ke DPR Soal Haji, Begini Isinya

Di sisi lain, penurunan kemampuan pendanaan PLN akibat penurunan penjualan tenaga listrik dari pelanggan nonsubsidi, terutama industri dan bisnis, menyebabkan BUMN kelistrikan itu berpotensi mengalami kesulitan memenuhi pendanaan yang dibutuhkan. "Ini akan selalu kita pantau dan koordinasikan dengan semua pihak untuk meningkatkan realisasi investasi," kata Rida.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mahasiswa Universitas...
Mahasiswa Universitas Paramadina Pelajari Investasi Syariah Bersama MNC Sekuritas
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
93 Proyek Hidrogen Siap...
93 Proyek Hidrogen Siap Dikembangkan di Indonesia, Nilainya Tembus Rp32 Triliun
Perusahaan Tiongkok...
Perusahaan Tiongkok Perkuat SDM Jaga Investasi di Indonesia
UB Gandeng CNGR-Kementerian...
UB Gandeng CNGR-Kementerian ESDM, Perkuat Hilirisasi Industri dan Siapkan SDM Unggul
Prabowo Sindir Tamu...
Prabowo Sindir Tamu Tak Tahu Diri: Katanya Mau Dagang, Lama-lama Ngerampok
Rekomendasi
Kejagung: Jadi Deputi...
Kejagung: Jadi Deputi di BGN, Ketut Sumedana Tak Lagi Jabat Kajati Sumsel
Soal Jet Pribadi saat...
Soal Jet Pribadi saat Kunker, Menteri PU: Itu Pesawat Negara, Dioperasikan Kemenhub
3 Warga Sipil Tewas...
3 Warga Sipil Tewas Ditembak OPM, Koops TNI Habema Buru para Pelaku
Berita Terkini
AREA Indonesia Siap...
AREA Indonesia Siap Perkuat Kolaborasi Dukung Program 3 Juta Rumah
EskaIasi Laut Merah...
EskaIasi Laut Merah Tekan Rupiah, Dolar AS Ditutup ke Rp17.936 Sore Ini
Mahasiswa Universitas...
Mahasiswa Universitas Paramadina Pelajari Investasi Syariah Bersama MNC Sekuritas
Kerugian Ekonomi Akibat...
Kerugian Ekonomi Akibat Obesitas Anak Capai Rp5.280 Triliun, Novo Nordisk Perluas Program Pencegahan
MNC Life, INKOPDIT dan...
MNC Life, INKOPDIT dan PANDAI Kolaborasi Perluas Akses Asuransi Jiwa bagi Anggota Koperasi Kredit
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved