Menguak Fakta 4 Penyebab Utama Garuda Indonesia di Ambang Kebangkrutan
Jum'at, 04 Juni 2021 - 20:09 WIB
loading...
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, diakui oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sedang berada di ambang kebangkrutan. Berikut rangkuman sejumlah sebab utama Garuda Indonesia berpotensi gulung tikar. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, diakui oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sedang berada di ambang kebangkrutan . Seperti diketahui maskapai pelat merah itu terlilit utang puluhan triliun di tengah Pandemi Covid-19.
Kebangkrutan Garuda bisa menjadi kenyataan, jika skema restrukturisasi utang yang menjadi opsi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak disepakati oleh kreditur.
Baca Juga: Cara Erick Thohir Membayar Utang Garuda Indonesia, Tim Konsultan Dibentuk
Nilai restrukturisasi utang yang ditargetkan pemegang saham pun bombastik yakni mencapai USD1,5 miliar atau setara Rp21,4 triliun (Kurs Rp 14,400 per dolar AS). Saat ini utang emiten tercatat 4,5 miliar dolar AS atau mendekati Rp70 triliun.
“Memang ada resiko kalau proses restrukturisasi ini kemudian kreditor tidak menyetujui atau akhirnya banyak tuntutan-tuntutan legal terhadap Garuda Indonesia bisa terjadi tidak mencapai kuorum dan akhirnya bisa jadi menuju kebangkrutan. Ini yang kita hindari,” ujar Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, dikutip Jumat (4/6/2021).
Baca Juga: Garuda Indonesia Rugi Triliunan Tiap Bulan, Kartika: Sudah Tak Mungkin Dilanjutkan
Adapun MNC Portal Indonesia merangkum sejumlah sebab utama kerugian Garuda Indonesia hingga berpotensi gulung tikar. Berikut fakta-faktanya:
Kebangkrutan Garuda bisa menjadi kenyataan, jika skema restrukturisasi utang yang menjadi opsi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak disepakati oleh kreditur.
Baca Juga: Cara Erick Thohir Membayar Utang Garuda Indonesia, Tim Konsultan Dibentuk
Nilai restrukturisasi utang yang ditargetkan pemegang saham pun bombastik yakni mencapai USD1,5 miliar atau setara Rp21,4 triliun (Kurs Rp 14,400 per dolar AS). Saat ini utang emiten tercatat 4,5 miliar dolar AS atau mendekati Rp70 triliun.
“Memang ada resiko kalau proses restrukturisasi ini kemudian kreditor tidak menyetujui atau akhirnya banyak tuntutan-tuntutan legal terhadap Garuda Indonesia bisa terjadi tidak mencapai kuorum dan akhirnya bisa jadi menuju kebangkrutan. Ini yang kita hindari,” ujar Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, dikutip Jumat (4/6/2021).
Baca Juga: Garuda Indonesia Rugi Triliunan Tiap Bulan, Kartika: Sudah Tak Mungkin Dilanjutkan
Adapun MNC Portal Indonesia merangkum sejumlah sebab utama kerugian Garuda Indonesia hingga berpotensi gulung tikar. Berikut fakta-faktanya:
Lihat Juga :