Berharap Munas Kadin Tetap Digelar di Bali, Kadispar: Saya Jamin Bali Paling Siap

loading...
Berharap Munas Kadin Tetap Digelar di Bali, Kadispar: Saya Jamin Bali Paling Siap
Wisatawan menikmati suasana pantai di Lovina Beach Hotel Bali, Rabu (2/12/2020). Foto/SINDOnews/Ali Masduki
JAKARTA - Pembatalan Bali sebagai tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia ke VIII dengan alasan Covid-19 membuat masyarakat dan pemerintah daerah Bali merasa kecewa.

Padahal di sisi lain, pemerintah pusat sedang mengampanyekan Work From Bali (WFB) untuk membantu mendongkrak perekonomian Pulau Dewata yang terpuruk akibat sepinya wisatawan.

Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama 15 bulan membuat perekonomian Bali terpuruk hingga minus 9,85%. Padahal sebelum pandemi, ekonomi Bali sehat, tumbuh 5,94% dan penyumbang 40% devisa pariwisata nasional.

Upaya menggairahkan kembali pariwisata Bali dilakukan dengan sinergi baik pemerintah pusat, pemerintah daerah (pemda) dan seluruh pemangku kepentingan termasuk masyarakat Bali.

Dipimpin Gubenur Bali, I Wayan Koster, Pulau Dewata memerangi pandemi dengan tersistem, pengadaan fasilitas rumah sakit, disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes), dan pelaksanaan vaksinasi secara efektif.

"Pandemi Covid-19 membuat Bali tidak berdaya. Kehidupan ekonomi turun drastis. Kami berusaha mengatasi sebisa mungkin. Semua usaha kami lakukan, dan semua unsur baik dari pemerintah, swasta dan masyarakat berkerjasama agar Bali kembali dikunjungi orang," kata I Wayan Koster, Sabtu (5/6/2021).



Baca juga: Liburan Bareng Billy ke Bali, Memes Prameswari: Kita Teman Baik

Sementara Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Bali, Putu Astawa menjamin bahwa semua fasilitas pariwisata di Bali dari mulai hotel, restoran, tempat wisata dan transportasi beroperasi dengan protokol kesehatan (prokes) Covid-19. Menurut dia, semua fasilitas itu telah bersertifikat CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability).

Atas dasar itulah, mewakili masyarakat Bali, Putu mengaku merasa sedih lantaran Munas Kadin batal digelar di kawasan Nusa Dua, Bali pada 2-4 Juni, dengan alasan Covid-19. "Di saat pandemi ini, saya menjamin Bali paling siap menggelar acara bersifat nasional, dengan jumlah tamu ribuan, seperti Munas Kadin," tandasnya.

Perhelatan Munas Kadin VIII, yang rencananya dihadiri 4.000 orang, memang menjadi angin segar bagi masyarakat Bali. Ajang ini diharapkan menjadi percontohan bahwa Bali kembali bisa menggelar acara berskala nasional, sekaligus juga bisa dikunjungi wisatawan.



Baca juga: Tidak Batal, Munas Kadin Akan Digelar di Kendari pada 30 Juni

"Kami berharap Munas Kadin tetap di Bali. Kami akan menjaga dan melaksanakannya dengan baik. Sebab sukses Munas adalah pintu untuk bangkitnya kembali perekonomian masyarakat Bali," tuturnya.

Pembatalan Munas Kadin VIII di Bali dengan alasan Covid-19 memang mengundang tanda tanya. Pasalnya, angka penyebaran Covid-19 di Bali saat ini justru sedang rendah. Di sisi lain, pemerintah juga sedang fokus membantu Bali dengan program WFB, yaitu program tujuh kementerian yang karyawannya pindah dan bekerja dari Bali.
(ind)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top