Kurs Rupiah Bisa Kembali Berjaya Jelang Rilis Cadev
Selasa, 08 Juni 2021 - 08:20 WIB
loading...
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) berpotensi menguat lagi hari ini menjelang rilis data cadangan devisa (Cadev) yang mungkin menunjukkan kenaikan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) berpotensi menguat lagi hari ini karena yied obligasi AS tenor 10 tahun masih terlihat menekan ke bawah. Yield berada di kisaran 1,57% saat ini.
Pengamat keuangan, Ariston Tjendra mengatakan, penurunan yield ini karena pasar berekspektasi bahwa Bank Sentral AS alias The Fed belum akan melakukan tapering setelah data tenaga kerja AS, Non Farm Payrolls bulan Mei menunjukkan hasil yang di bawah ekspektasi.
Baca Juga: Lusa, Bank Indonesia Pelototi Transaksi Dolar Antara Bank dengan Nasabah
Pasar menantikan data indeks harga konsumen AS bulan Mei yang merupakan indikator inflasi yang akan dirilis hari Kamis malam untuk menentukan arah harga selanjutnya.
"Angka yang di atas ekspektasi bisa mendorong kembali penguatan dollar AS. Data inflasi yang konsisten menunjukkan kenaikan di atas 2% bisa memicu Bank Sentral AS mengubah kebijakannya menjadi lebih ketat," kata Ariston di Jakarta, Selasa (8/6/2021).
Baca Juga: Cadangan Devisa Meningkat Jadi Doping Buat Rupiah Lawan Dolar AS
Dari dalam negeri, hari ini akan dirilis data cadangan devisa (Cadev) yang mungkin menunjukkan kenaikan cadangan karena surplusnya neraca perdagangan RI. Hasil yang menunjukan kenaikan bisa mendukung penguatan rupiah terhadap dollar AS.
"Potensi penguatan rupiah ke kisaran Rp14.230 hingga Rp14.200 per USD, sementara potensi pelemahan ke kisaran Rp14.300," tandasnya.
Pengamat keuangan, Ariston Tjendra mengatakan, penurunan yield ini karena pasar berekspektasi bahwa Bank Sentral AS alias The Fed belum akan melakukan tapering setelah data tenaga kerja AS, Non Farm Payrolls bulan Mei menunjukkan hasil yang di bawah ekspektasi.
Baca Juga: Lusa, Bank Indonesia Pelototi Transaksi Dolar Antara Bank dengan Nasabah
Pasar menantikan data indeks harga konsumen AS bulan Mei yang merupakan indikator inflasi yang akan dirilis hari Kamis malam untuk menentukan arah harga selanjutnya.
"Angka yang di atas ekspektasi bisa mendorong kembali penguatan dollar AS. Data inflasi yang konsisten menunjukkan kenaikan di atas 2% bisa memicu Bank Sentral AS mengubah kebijakannya menjadi lebih ketat," kata Ariston di Jakarta, Selasa (8/6/2021).
Baca Juga: Cadangan Devisa Meningkat Jadi Doping Buat Rupiah Lawan Dolar AS
Dari dalam negeri, hari ini akan dirilis data cadangan devisa (Cadev) yang mungkin menunjukkan kenaikan cadangan karena surplusnya neraca perdagangan RI. Hasil yang menunjukan kenaikan bisa mendukung penguatan rupiah terhadap dollar AS.
"Potensi penguatan rupiah ke kisaran Rp14.230 hingga Rp14.200 per USD, sementara potensi pelemahan ke kisaran Rp14.300," tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :