Diambang Bangkrut, Begini Jurus Garuda Indonesia Tetap Bertahan
Rabu, 09 Juni 2021 - 09:08 WIB
loading...
A
A
A
Manajemen Garuda Indonesia menambahkan, saat ini Perseroan sedang melakukan diskusi dengan konsultan dan Perseroan untuk mengupayakan opsi terbaik yang akan dikaji dalam upaya pemulihan kinerja dan memastikan keberlangsungan usaha Perseroan dengan melibatkan seluruh stakeholders dan persetujuan pemegang saham.
Mengenai strategi Perseroan agar menerima surplus kas tiap bulannya, manajemen menjelaskan bahwa Perseroan terus berupaya untuk melakukan peningkatan kinerja operasional dengan dukungan program vaksinasi yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah. Ditambah serta melalui program-program untuk meningkatkan revenue dan program efisensi yang dijalankan oleh Perseroan.
"Lebih lanjut Perseroan juga akan melakukan manajemen arus kas yang optimal antara pemasukan yang diterima Perseroan dengan kewajiban yang harus dibayarkan setiap bulannya. Hal ini tentu juga melibatkan proses negosiasi dan diskusi dengan pihak terkait termasuk vendor, Lessor dan Kreditur," tulis manajemen GIAA.
Baca Juga: Tekan Kerugian, Garuda Indonesia Kembalikan 2 Pesawat Sewaan
Garuda Indonesia saat ini juga terus melakukan upaya negosiasi dengan lessor untuk pesawat dengan status grounded, dimana pendekatan yang ditempuh adalah untuk kembali dapat mengoperasikan atau melakukan early termination atau pengembalian pesawat, tentunya hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan armada sesuai demand layanan penerbangan pada era kenormalan baru saat ini.
Mengenai strategi Perseroan agar menerima surplus kas tiap bulannya, manajemen menjelaskan bahwa Perseroan terus berupaya untuk melakukan peningkatan kinerja operasional dengan dukungan program vaksinasi yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah. Ditambah serta melalui program-program untuk meningkatkan revenue dan program efisensi yang dijalankan oleh Perseroan.
"Lebih lanjut Perseroan juga akan melakukan manajemen arus kas yang optimal antara pemasukan yang diterima Perseroan dengan kewajiban yang harus dibayarkan setiap bulannya. Hal ini tentu juga melibatkan proses negosiasi dan diskusi dengan pihak terkait termasuk vendor, Lessor dan Kreditur," tulis manajemen GIAA.
Baca Juga: Tekan Kerugian, Garuda Indonesia Kembalikan 2 Pesawat Sewaan
Garuda Indonesia saat ini juga terus melakukan upaya negosiasi dengan lessor untuk pesawat dengan status grounded, dimana pendekatan yang ditempuh adalah untuk kembali dapat mengoperasikan atau melakukan early termination atau pengembalian pesawat, tentunya hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan armada sesuai demand layanan penerbangan pada era kenormalan baru saat ini.
(akr)
Lihat Juga :