Diambang Bangkrut, Begini Jurus Garuda Indonesia Tetap Bertahan
Rabu, 09 Juni 2021 - 09:08 WIB
loading...
Manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) melakukan berbagai langkah strategis untuk memastikan keberlangsungan usaha bagi perseroan di tengah penumpukan utang hingga mencapai Rp70 triliun. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) melakukan berbagai langkah strategis untuk memastikan keberlangsungan usaha bagi perseroan. Hal ini dilakukan di tengah kondisi keuangan yang memburuk di tengah Pandemi yang membuat jumlah penumpang menyusut.
Baca Juga: Garuda Indonesia Bisa Diselamatkan, Erick Thohir dan Sri Mulyani Disebut Belum Kompak
Selain itu, Garuda Indonesia disebut mengalami tekanan yang luar biasa dengan adanya penumpukan utang hingga mencapai Rp70 triliun.
Dikutip dari penjelasan manajemen Garuda Indonesia kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), fokus utama Perseroan yakni memastikan keberlangsungan usaha melalui berbagai langkah strategis yang terus dijalankan secara berkesinambungan terutama melalui optimalisasi lini bisnis.
"Khususnya kargo dan charter, serta pengelolaan cost structure beban operasional Perseroan baik melalui optimalisasi produktivitas armada, negosiasi bersama lessor, pengelolaan SDM serta restrukturisasi rute penerbangan sejalan dengan trend demand yang ada pada masa adaptasi kebiasaan baru ini," tulis keterangan manajemen Garuda Indonesia dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Rabu (9/6/2021).
Baca Juga: Garuda Indonesia Bisa Diselamatkan, Erick Thohir dan Sri Mulyani Disebut Belum Kompak
Selain itu, Garuda Indonesia disebut mengalami tekanan yang luar biasa dengan adanya penumpukan utang hingga mencapai Rp70 triliun.
Dikutip dari penjelasan manajemen Garuda Indonesia kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), fokus utama Perseroan yakni memastikan keberlangsungan usaha melalui berbagai langkah strategis yang terus dijalankan secara berkesinambungan terutama melalui optimalisasi lini bisnis.
"Khususnya kargo dan charter, serta pengelolaan cost structure beban operasional Perseroan baik melalui optimalisasi produktivitas armada, negosiasi bersama lessor, pengelolaan SDM serta restrukturisasi rute penerbangan sejalan dengan trend demand yang ada pada masa adaptasi kebiasaan baru ini," tulis keterangan manajemen Garuda Indonesia dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Rabu (9/6/2021).
Lihat Juga :