Investasi Kian Mudah di Platform Digital

Sabtu, 12 Juni 2021 - 08:31 WIB
loading...
A A A
Dari data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI),pada 2018 lalu jumlahnya hanya 995.510 investor. Kemudian naik menjadi 1,77 juta pada akhir 2019. Bahkan tahun lalu jumlah investor reksa dana mencapai 3,18 juta atau naik 78,95%. Di tahun ini tren positif ini masih berlanjut. Tercatat per akhir Februari 2021 jumlah investor reksa dana meningkat 20,50% menjadi 3,83 juta investor.

Kini untuk berinvestasi di pasar modal, saham, reksa dana, dan emas pun semakin mudah. Semua bisa dimulai dari aplikasi dismartphone. Namun hal ini perlu mendapatkan perhatian penting, termasuk di kalangan milenial atau pemula yang belum memahami cara berinvestasi yang tepat dan aman.

Ketua Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tongam Lumban Tobing mengatakan tetap mengawasi fenomena peningkatan jumlah investor. Sebab peningkatan itu belum diketahui secara pasti apakah masyarakat sudah melek informasi atau sekadar ikut-ikutan.

“Pertama-tama kami sampaikan agar masyarakat selalu cek legalitasnya dari otoritas berwenang untuk melakukan kegiatannya.Kedua, apabila ingin melakukan investasi, semua keputusan jual atau beli harus dari investor,” tutur Tongam kepadaKORAN SINDO.

Dia juga menanggapi perlu atau tidaknya otoritas membuat platform khusus seperti aplikasi super (super-app) agar masyarakat memiliki kemudahan akses ke semua kanal informasi, tidak terbatas pada portofolio saja dan lainnya. Menurutnya metode itu disediakan otoritas masing-masing yang memberikan izin.

Perihal keamanan antaraonline tradingdan cara konvensional melalui perusahaan pialang, Tongam tidak bisa memastikan mana yang lebih aman. Memang tidak dapat dimungkiri saat ini begitu menjamurnya aplikasi investasi sehingga membuat orang memilih cara praktis tanpa tahu keamanan data dari aplikasi yang digunakan. “Dalamtrading, yang paling perlu diperhatikan adalah bahwa keputusan beli atau jual harus berasal dari investor, jangan serahkan ke orang lain,” tegasnya.

Termasuk juga mengenai investasi mana yang paling cocok untuk di masa pandemi saat ini. Menurut Tongam, investasi tersebut sangat tergantung pada tujuan tiap pemodal, tidak bisa disamaratakan. Ada yang ingin likuid, ada yang mau berisiko tinggi, ada yang dananya kecil. Tapi yang pasti masyarakat mesti tetap waspada dengan melihat legalitas dan kredibilitas lembaga yang diikuti.

“Yang paling dikhawatirkan itu jangan sampai sumber dana untuk berinvestasi itu bukan berasal dari hasil simpanan sendiri, tetapi dari hasil melakukan pinjaman, baik secaraonlineatau kredit langsung,” jelasnya.

Berdasarkan data terkini dari pengawasan yang dilakukan OJK pada 2021 terhadap entitas pengumpulan dana masyarakat dan pengelolaan investasi, sudah ada 68 entitas investasi ilegal, 270fintechP2PL ilegal, dan 17 gadai ilegal yang berhasil ditangani. Karena itu Tongam mengatakan OJK bersama pihak terkait seperti pelaku pasar modal akan terus-menerus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, termasuk ke kaum milenial, terkait dengan perilaku berinvestasi secara benar dan bijak.
(ynt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
Ayo Belajar Cara Investasi...
Ayo Belajar Cara Investasi ETF di IG Live MNC Sekuritas: Investasi Simpel dengan Diversifikasi Otomatis
Seminar dan Live Trading,...
Seminar dan Live Trading, Didimax Dorong Edukasi Trading yang Aman serta Mandiri
Mulai Investasi Saham...
Mulai Investasi Saham dan Reksa Dana? Cek & Ikuti Promo Combo Cuan 50 dari MNC Sekuritas
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
Hasil Lawatan dari Prancis,...
Hasil Lawatan dari Prancis, Prabowo Bawa Oleh-oleh Kerja Sama Rp61,25 Triliun
BP Batam Kawal Investasi...
BP Batam Kawal Investasi 88 Triliun AI Data Centre guna Transformasi Digital
Bontang Lestari dan...
Bontang Lestari dan KIE Siap Jadi Magnet Baru Kaltim
Kaltim Tawarkan Industri...
Kaltim Tawarkan Industri Fatty Amine Rp1,88 Triliun di Bontang
Rekomendasi
Sinopsis Billionaire...
Sinopsis Billionaire Girl vs The Fake Lover, Streaming di Aplikasi V+Short
Kembalinya Jet Tempur...
Kembalinya Jet Tempur Dua Tempat Duduk di Era Perangan Modern
Surat Netanyahu Ungkap...
Surat Netanyahu Ungkap Upaya Israel Ganti Bantuan AS dengan Integrasi Militer: Rencana Saya
Berita Terkini
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
Prabowo Resmi Rilis...
Prabowo Resmi Rilis Aturan Ekspor 3 Komoditas Lewat Satu Pintu, Ini Ketentuannya
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved