Prabowo Bandingkan Anggaran Pertahanan RI dengan Amerika yang Capai Rp10 Ribu Triliun Per Tahun
Minggu, 13 Juni 2021 - 17:25 WIB
loading...
A
A
A
Dia menegaskan, pengadaan alat utama sistem senjata Tentara Nasional Indonesia (alutsista TNI) bukan untuk menginvasi negara lain. Melainkan, menjaga sistem pertahanan NKRI dan melindungi bangsa Indonesia.
"Kita kan tidak niat invasi siapa pun, Indonesia tidak ada niat invasi. Dan ini saya tegaskan ke mana-mana, dan ini yang sebetulnya disukai oleh tenaga tetangga kita. Tradisi dan doktrin kita, wawasan pertahanan kita adalah defensif," katanya.
Baca juga:Strategi Mudah Terbaca, Martinez Paham Kelemahan Rusia
Dengan begitu, Indonesia akan membela diri jika terdapat serangan dari pihak eksternal atau mempertahankan kemerdekaan bila NKRI ingin kembali dijajah. "Tapi kita gak mau menjajah dan menyerang," tutur dia.
Rencana pembelian alutsista seharga Rp1.788 triliun diketahui berasal dari draf rancangan perpres. Dalam draf tersebut, kebutuhan anggaran Alpalhankam untuk Renstra 2020-2024 mencapai USD124 miliar dolar atau setara dengan sekitar Rp1.788 triliun. Rencana skema pendanaan alutsista berasal dari pinjaman luar negeri.
"Kita kan tidak niat invasi siapa pun, Indonesia tidak ada niat invasi. Dan ini saya tegaskan ke mana-mana, dan ini yang sebetulnya disukai oleh tenaga tetangga kita. Tradisi dan doktrin kita, wawasan pertahanan kita adalah defensif," katanya.
Baca juga:Strategi Mudah Terbaca, Martinez Paham Kelemahan Rusia
Dengan begitu, Indonesia akan membela diri jika terdapat serangan dari pihak eksternal atau mempertahankan kemerdekaan bila NKRI ingin kembali dijajah. "Tapi kita gak mau menjajah dan menyerang," tutur dia.
Rencana pembelian alutsista seharga Rp1.788 triliun diketahui berasal dari draf rancangan perpres. Dalam draf tersebut, kebutuhan anggaran Alpalhankam untuk Renstra 2020-2024 mencapai USD124 miliar dolar atau setara dengan sekitar Rp1.788 triliun. Rencana skema pendanaan alutsista berasal dari pinjaman luar negeri.
(uka)
Lihat Juga :