Pengusaha Bali Ciptakan Alat Tes Antigen yang Nyaman Bagi Anak
Selasa, 15 Juni 2021 - 23:46 WIB
loading...
A
A
A
Pengusaha asal Bali itu memastikan produk cov-test telah dilengkapi ijin edar, memiliki sertifikasi iso 9001, 13485 dan ce sertifikasi. Cov-test juga diproduksi oleh perusaahan ternama dan dibidangnya yaitu perusahaan invitrodiagnostic yang memiliki standar steriliasi yang tinggi.
“Selain itu, produk cov-test disimpan di suhu yang sesuai anjuran yaitu 4-30 derajat celcius. Ini penting untuk menjamin akurasi hasil test yang dilakukan,” jelasnya.
Seperti diketahui, pemerintah berencana memulai sekolah tatap muka tepat pada 1 Juli 2021 mendatang. Sejalan dengan rencana tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan yang disampaikan disampaikan melalui Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Baca Juga : Semprot Importir Alkes, Luhut Singgung Soal Penghematan Rp300 Triliun
Arahan tersebut utamanya untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tatap muka berjalan aman dan tak membahayakan para guru dan siswa dari risiko penularan virus Corona.
“Bapak Presiden tadi mengarahkan pendidikan tatap muka yang nanti akan dimulai itu harus dijalankan dengan ekstrahati-hati, tatap mukanya dilakukan tatap muka terbatas. Terbatasnya itu apa, pertama hanya boleh maksimal 25% dari murid yang hadir, tidak boleh lebih dari dua hari seminggu, jadi seminggu hanya dua hari boleh melakukan maksimal tatap muka. Kemudian setiap hari maksimal hanya dua jam,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dalam jumpa pers virtual, Senin (7/6) lalu.
“Selain itu, produk cov-test disimpan di suhu yang sesuai anjuran yaitu 4-30 derajat celcius. Ini penting untuk menjamin akurasi hasil test yang dilakukan,” jelasnya.
Seperti diketahui, pemerintah berencana memulai sekolah tatap muka tepat pada 1 Juli 2021 mendatang. Sejalan dengan rencana tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan yang disampaikan disampaikan melalui Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Baca Juga : Semprot Importir Alkes, Luhut Singgung Soal Penghematan Rp300 Triliun
Arahan tersebut utamanya untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tatap muka berjalan aman dan tak membahayakan para guru dan siswa dari risiko penularan virus Corona.
“Bapak Presiden tadi mengarahkan pendidikan tatap muka yang nanti akan dimulai itu harus dijalankan dengan ekstrahati-hati, tatap mukanya dilakukan tatap muka terbatas. Terbatasnya itu apa, pertama hanya boleh maksimal 25% dari murid yang hadir, tidak boleh lebih dari dua hari seminggu, jadi seminggu hanya dua hari boleh melakukan maksimal tatap muka. Kemudian setiap hari maksimal hanya dua jam,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dalam jumpa pers virtual, Senin (7/6) lalu.
(dar)
Lihat Juga :