Semprot Importir Alkes, Luhut Singgung Soal Penghematan Rp300 Triliun
Selasa, 15 Juni 2021 - 17:48 WIB
loading...
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. Foto/Dok Kemenko Marves
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menyayangkan kondisi pengadaan alat kesehatan (alkes) yang kebanyakan impor. Padahal, menurutnya Indonesia memiliki sumber daya yang mumpuni untuk memproduksinya di dalam negeri.
Dia pun meminta kepada para importir alkes untuk tidak terus-terusan melakukan impor produk alkes. Dia menyebut bahwa Indonesia mampu membangun pabrik dan menghasilkan produk sendiri tanpa harus bergantung dengan negara lain.
"Orang-orang yang masih ingin impor-impor, importir-importir, Anda kan bisa bikin pabrik di dalam. Ya kan bisa investasi. Masak mau hanya importir-importir (impor) terus, sampai kapan kita mau begini?," ujarnya dalam webinar, Selasa (15/6/2021).
Baca juga: Gak Doyan Produk Lokal, Luhut Soroti Besarnya Biaya Impor Alkes
Luhut menaruh harapan pada importir untuk bisa mendorong diri dan menjadikan pelopor alkes untuk negara sendiri. Sehingga dalam jangka panjang, Indonesia bisa menjadi negara yang lebih maju dan dapat bersaing secara global.
Pada kesempatan yang sama, Luhut menjelaskan, apabila dalam sektor kesehatan Indonesia para importir dapat menjadi pelopor alkes, maka negeri ini dapat menghemat pengeluaran sebesar Rp200-300 triliun dalam setahun.
"Alkes dalam bidang kesehatan ini, dana yang kita keluarkan hampir Rp490 triliun setahun. Jadi kalau ini sekarang kita bisa hemat Rp200-300 triliun setahun, itu sama dengan investasi kita USD25 miliar per tahun. Jadi, Anda bisa bayangkan betapa pemborosan kita selama ini begitu tinggi," bebernya.
Dia pun meminta kepada para importir alkes untuk tidak terus-terusan melakukan impor produk alkes. Dia menyebut bahwa Indonesia mampu membangun pabrik dan menghasilkan produk sendiri tanpa harus bergantung dengan negara lain.
"Orang-orang yang masih ingin impor-impor, importir-importir, Anda kan bisa bikin pabrik di dalam. Ya kan bisa investasi. Masak mau hanya importir-importir (impor) terus, sampai kapan kita mau begini?," ujarnya dalam webinar, Selasa (15/6/2021).
Baca juga: Gak Doyan Produk Lokal, Luhut Soroti Besarnya Biaya Impor Alkes
Luhut menaruh harapan pada importir untuk bisa mendorong diri dan menjadikan pelopor alkes untuk negara sendiri. Sehingga dalam jangka panjang, Indonesia bisa menjadi negara yang lebih maju dan dapat bersaing secara global.
Pada kesempatan yang sama, Luhut menjelaskan, apabila dalam sektor kesehatan Indonesia para importir dapat menjadi pelopor alkes, maka negeri ini dapat menghemat pengeluaran sebesar Rp200-300 triliun dalam setahun.
"Alkes dalam bidang kesehatan ini, dana yang kita keluarkan hampir Rp490 triliun setahun. Jadi kalau ini sekarang kita bisa hemat Rp200-300 triliun setahun, itu sama dengan investasi kita USD25 miliar per tahun. Jadi, Anda bisa bayangkan betapa pemborosan kita selama ini begitu tinggi," bebernya.
Lihat Juga :