Cegah Varian Delta India Ngamuk di RI, Jokowi Diminta Lockdown Besar-besaran

Rabu, 16 Juni 2021 - 07:59 WIB
loading...
Cegah Varian Delta India...
Ilustrasi. FOTO/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pakar kebijakan publik, Achmad Nur Hidayat meminta pemerintah mempertimbangkan lockdown besar-besaran dan meninggalkan kebijakan PPKM Mikro. Hal itu guna mencegah wabah varian baru virus corona semakin mewabah di RI.

"PPKM Mikro gagal mengatasi lonjakan Covid-19 dari varian baru. Oleh karena itu, Pemerintah harus mempertimbangkan lockdown secara nasional seperti negara tetangga seperti Malaysia dan Singapore," ujar Achmad Nur Hidayat di Jakarta, Rabu (16/6/2021).

Baca Juga: IHSG Diramal Menguat, Intip Bocoran Saham Potensi Cuan Hari Ini

Menurutnya, lonjakan Covid-19 varian India ini karena kesalahan rakyat ramai-ramai sebagaimana pernyataan Menko Luhut. "Varian India ini sudah masuk resmi sudah lama di Asia Tenggara, namun masing-masing negara beda menyikapinya. Penyikapan Pemerintah singapore langsung melakukan lockdown begitu mendengar varian India sudah masuk Changi sementara pemerintah kita masih menyikapinya biasa-biasa saja, jelas lonjakan tersebut bukan salah rakyat namun akibat pemerintah yang tidak pre-emptive dan antisipatif," jelasnya

Dia menjelaskan, lockdown nasional artinya tidak mengizinkan adanya pendatang asing baru datang ke Indonesia dan membatasi pergerakan orang asing yang sudah masuk ke Indonesia. "Pendatang asing baik pelancong maupun TKA harus dilarang masuk dulu dan mereka yang sudah masuk harus dibatasi pergerakannya sampai lonjakan kasus turun. Lockdown nasional diperlukan untuk membatasi virus luar masuk dari luar negeri," kata dia.

Baca Juga: Satgas Sebut Vaksin di Indonesia Masih Efektif Hadapi Varian Delta

Dia menyarankan pemerintah membatasi pergerakan orang di kota-kota dengan lonjakan tinggi. Khusus Jakarta, PSBB lalu perlu diterapkan 14 hari. "Karena kota jakarta yang paling banyak warganya di vaksin namun paling banyak juga mengalami lonjakan kasus. Patut diduga varian baru India sudah tersebar tak terkendali. Jakarta perlu PSBB 14 hari sebagaimana awal-awal terjadi pandemi," tandasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jokowi: Kita Wajib Bersyukur...
Jokowi: Kita Wajib Bersyukur Pandemi Terkendali Tanpa Lockdown
Cerita Pengalaman Tangani...
Cerita Pengalaman Tangani Pandemi, Jokowi Sampai Semedi 3 Hari
China Gencar Berburu...
China Gencar Berburu Minyak, Harga Minyak Dunia Bisa Balik USD100 per Barel
Vaksin IndoVac Disiapkan...
Vaksin IndoVac Disiapkan untuk Jadi Penangkal Varian Omicron XBB
Harga Minyak Dunia Jadi...
Harga Minyak Dunia Jadi Korban Keganasan Covid di China
Harga Minyak Dunia Ambruk,...
Harga Minyak Dunia Ambruk, Brent dan WTI Tinggalkan USD100 per Barel
Varian Covid-19 Nimbus...
Varian Covid-19 Nimbus Menyebar di 22 Negara, Ini Gejala dan Risiko yang Harus Diwaspadai
Mengenal Varian Baru...
Mengenal Varian Baru Covid-19 NB.1.8.1 yang Merebak di 22 Negara
WHO: NB.1.8.1 Varian...
WHO: NB.1.8.1 Varian Baru Covid-19, Menyebar ke 22 Negara Termasuk Asia Tenggara
Rekomendasi
Prabowo Ungkap Kunci...
Prabowo Ungkap Kunci Negara Sukses: Berani Akui Kekurangan hingga Cari Solusi
NTB Krisis Air Bersih...
NTB Krisis Air Bersih Akibat Kemarau, 1.129 KK Terdampak
Bidik Suara Generasi...
Bidik Suara Generasi Muda, DPD Partai Perindo TTS Genjot Rekrutmen Kader hingga Akar Rumput
Berita Terkini
Harga Gas Penting, tapi...
Harga Gas Penting, tapi Bukan Penyebab Tunggal Industri Lesu dan PHK
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram, Ini Rinciannya
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
GAPKI Soroti Indonesia...
GAPKI Soroti Indonesia Belum Ada Acuan Harga Sawit yang Seragam
Harga Minyak Kembali...
Harga Minyak Kembali ke Level Sebelum Perang, Mengapa Bensin Tak Ikut Turun?
Infografis
Skandal Seks Besar-besaran...
Skandal Seks Besar-besaran Sekutu PM Modi Guncang India
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved