Curhat Pengusaha ke Jokowi, Berantas Pungli Jangan Hanya di Priok
Selasa, 15 Juni 2021 - 22:38 WIB
loading...
Ilustrasi. FOTO/Yorri Farli
A
A
A
JAKARTA - Pengusaha logistik mengapresiasi langkah Presiden RI Joko Widodo yang merespons sangat cepat terhadap keluhan para pengemudi truk logistik terkait praktik pungutan liar (pungli) dan premanisme di kawasan Tanjung Priok.
President Director Agung Logistics, Ryano Panjaitan mengatakan, dengan perhatian dan komitmen yang kuat dari Kepala Negara untuk membenahi hambatan disektor logistik tersebut diyakini dapat mempercepat akselarasi dalam menciptakan efisiensi sektor logistik nasional yang saat ini masih berkisar di angka 23% hingga 25% dari product domestic bruto (PDB).
"Selama ini praktik pungli dan premanisme tersebut disamping membebani pengemudi Truk juga berdampak pada biaya logistik menjadi lebih mahal sehingga menimbulkan inefisiensi bagi dunia usaha dan tentunya berimbas pada merosotnya daya saing logistik nasional, serta iklim investasi di Indonesia," ujar Ryano, yang juga merupakan Pemerhati dan Pegiat Bidang Logistik, Selasa (15/6/2021).
Baca Juga: Erick Thohir: Corona Bikin Si Kaya Makin Kaya, Si Miskin Tambah Ambyar!
Sebagai pebisnis di sektor logistik, imbuhnya, pemberantasan praktik pungli dan premanisme hendaknya tidak hanya dilakukan di pelabuhan Priok atau wilayah Tanjung Priok saja, tetapi juga menyasar ke pelabuhan-pelabuhan maupun wilayah lainnya di seluruh Indonesia. Menurutnya, praktik pungli yang terjadi di kawasan pelabuhan Priok yang dikeluhkan para Sopir Truk Logistik tersebut sudah berlangsung cukup lama dan hal itu sangat meresahkan para pengemudi angkutan kontainer maupun barang lainnya yang beroperasi di pelabuhan tersibuk di Indonesia itu.
"Penindakan praktik pungli dan premanisme yang dilakukan oleh Kepolisian RI dan jajarannya hendaknya bukan hanya terbatas di Jakarta atau di Pelabuhan Tanjung Priok saja tetapi diharapkan secara nasional diseluruh wilayah Indonesia," tegas Ryano.
Dia mengatakan, persoalan pungli dan premanisme terhadap Sopir truk juga bikin pusing para pengusaha trucking. Apalagi, saat ini kondisi order pengangkutan logistik relatif belum kembali normal lantaran imbas Pandemi Covid-19 yang menimpa hampir seluruh negara di dunia, termasuk di Indonesia.
President Director Agung Logistics, Ryano Panjaitan mengatakan, dengan perhatian dan komitmen yang kuat dari Kepala Negara untuk membenahi hambatan disektor logistik tersebut diyakini dapat mempercepat akselarasi dalam menciptakan efisiensi sektor logistik nasional yang saat ini masih berkisar di angka 23% hingga 25% dari product domestic bruto (PDB).
"Selama ini praktik pungli dan premanisme tersebut disamping membebani pengemudi Truk juga berdampak pada biaya logistik menjadi lebih mahal sehingga menimbulkan inefisiensi bagi dunia usaha dan tentunya berimbas pada merosotnya daya saing logistik nasional, serta iklim investasi di Indonesia," ujar Ryano, yang juga merupakan Pemerhati dan Pegiat Bidang Logistik, Selasa (15/6/2021).
Baca Juga: Erick Thohir: Corona Bikin Si Kaya Makin Kaya, Si Miskin Tambah Ambyar!
Sebagai pebisnis di sektor logistik, imbuhnya, pemberantasan praktik pungli dan premanisme hendaknya tidak hanya dilakukan di pelabuhan Priok atau wilayah Tanjung Priok saja, tetapi juga menyasar ke pelabuhan-pelabuhan maupun wilayah lainnya di seluruh Indonesia. Menurutnya, praktik pungli yang terjadi di kawasan pelabuhan Priok yang dikeluhkan para Sopir Truk Logistik tersebut sudah berlangsung cukup lama dan hal itu sangat meresahkan para pengemudi angkutan kontainer maupun barang lainnya yang beroperasi di pelabuhan tersibuk di Indonesia itu.
"Penindakan praktik pungli dan premanisme yang dilakukan oleh Kepolisian RI dan jajarannya hendaknya bukan hanya terbatas di Jakarta atau di Pelabuhan Tanjung Priok saja tetapi diharapkan secara nasional diseluruh wilayah Indonesia," tegas Ryano.
Dia mengatakan, persoalan pungli dan premanisme terhadap Sopir truk juga bikin pusing para pengusaha trucking. Apalagi, saat ini kondisi order pengangkutan logistik relatif belum kembali normal lantaran imbas Pandemi Covid-19 yang menimpa hampir seluruh negara di dunia, termasuk di Indonesia.
Lihat Juga :