Polri Diminta Buka Identitas Perusahaan Karyawan Pelaku Pungli di Pelabuhan
Jum'at, 18 Juni 2021 - 10:16 WIB
loading...
Polri diminta mengungkap identitas karyawan dan asal perusahaan para pelaku pungli di Tanjung Priok untuk menghindari stigmatisasi. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Aksi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memberangus pungli di pelabuhan menindaklanjuti arahan Presiden Jokowi mendapat dukungan dan apresiasi. Namun, Polri diminta lebih benderang soal identitas pelaku pungli agar tidak terjadi stigmatisasi terhadap pihak atau perusahaan tertentu yang terlibat dalam pengelolaan pelabuhan.
"Kita patut mengapresiasi langkah Polri ini karena memang aksi premanisme yang banyak terjadi di luar area pelabuhan harus dibasmi dan dibersihkan. Alur distribusi barang harus sehat sehingga distribusi lancar dan baik," tegas Aktivis Sosial Politik Hukum Nasional Ferdinand Hutahaean dalam siaran pers, Jumat (18/6/2021).
Baca Juga: Wow! Intip Besaran Pungli dari 4 Kelompok Preman Pelabuhan Tanjung Priok
Namun, Ferdinand berharap Polri lebih transparan mengenai pihak-pihak yang terjaring aksi bersih-bersih tersebut. Terbaru, Polres Pelabuhan Tanjung Priok melalui Kapolres AKBP Putu merilis penangkapan terhadap 8 pelaku pungli di pelabuhan yang sedang bekerja pada sift malam, dengan temuan barang bukti uang sebesar Rp1.280.000. Namun, sayangnya Polres Tanjung Priok tidak mengungkap lokasi penangkapan serta keterangan asal perusahaan pelaku yang ditangkap.
"Publik mestinya diberikan informasi lengkap karena di Pelabuhan Tanjung Priok itu ada beberapa perusahaan yang menjadi operator, bukan hanya Pelindo 2 yang ada di sana. Bahkan sekitar 60% operasional pelabuhan di Tanjung Priok itu dilakukan swasta, hanya sekitar 40%-nya dipegang oleh Pelindo 2 sebagai BUMN," ujarny.
"Kita patut mengapresiasi langkah Polri ini karena memang aksi premanisme yang banyak terjadi di luar area pelabuhan harus dibasmi dan dibersihkan. Alur distribusi barang harus sehat sehingga distribusi lancar dan baik," tegas Aktivis Sosial Politik Hukum Nasional Ferdinand Hutahaean dalam siaran pers, Jumat (18/6/2021).
Baca Juga: Wow! Intip Besaran Pungli dari 4 Kelompok Preman Pelabuhan Tanjung Priok
Namun, Ferdinand berharap Polri lebih transparan mengenai pihak-pihak yang terjaring aksi bersih-bersih tersebut. Terbaru, Polres Pelabuhan Tanjung Priok melalui Kapolres AKBP Putu merilis penangkapan terhadap 8 pelaku pungli di pelabuhan yang sedang bekerja pada sift malam, dengan temuan barang bukti uang sebesar Rp1.280.000. Namun, sayangnya Polres Tanjung Priok tidak mengungkap lokasi penangkapan serta keterangan asal perusahaan pelaku yang ditangkap.
"Publik mestinya diberikan informasi lengkap karena di Pelabuhan Tanjung Priok itu ada beberapa perusahaan yang menjadi operator, bukan hanya Pelindo 2 yang ada di sana. Bahkan sekitar 60% operasional pelabuhan di Tanjung Priok itu dilakukan swasta, hanya sekitar 40%-nya dipegang oleh Pelindo 2 sebagai BUMN," ujarny.
Lihat Juga :