Permintaan Lampu LED Diramal Tembus 165 Juta, Pemerintah Pacu Produksi Lokal

loading...
Permintaan Lampu LED Diramal Tembus 165 Juta, Pemerintah Pacu Produksi Lokal
Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Kementerian ESDM terus mendorong kinerja industri lampu dalam negeri untuk mengurangi dominasi impor lampu LED yang saat ini mencapai sekitar 70%. Saat ini beberapa industri lampu LED dalam negeri telah mampu memproduksi lampu LED berkualitas tinggi dan berkapasitas besar, bahkan ada yang telah diekspor ke berbagai negara.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (P3TKEBTKE) Badan Litbang Kementerian ESDM, Haryanto menjelaskan, produksi lampu LED di Tanah Air terus tumbuh. Terlihat dari angka penjualan per tahun, dari 22 juta lampu pada tahun 2012 menjadi 60 juta unit pada tahun 2019.

Penggunaan lampu ini perlu ditingkatkan lagi, mengingat pemanfaatan lampu LED pada rumah tangga saat ini baru sebesar 52%, sisanya lampu CFL (41%) dan lampu pijar (7%). "Pada tahun 2030 permintaan lampu LED diproyeksikan akan meningkat menjadi 165 juta unit," ujarnya dalam siaran pers, Selasa (22/6/2021).

Baca juga: Mendagri Terbitkan Instruksi Pengetatan PPKM Mikro, Berikut Rinciannya

Menurut dia, peningkatan penggunaan lampu LED produksi lokal tidak hanya menghemat energi dan menurunkan emisi, namun juga turut mendukung industri dalam negeri agar mampu bertahan dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19.

Haryanto memaparkan, beberapa industri lampu LED yang disurvei telah mampu menghasilkan produk berkualitas tinggi dan telah lulus SNI, dengan rata-rata faktor daya di atas 90% dan efikasi tinggi.



Efikasi adalah nilai besaran efisiensi pengalihan energi listrik ke cahaya, untuk membandingkan keluaran cahaya dengan konsumsi energi. Efikasi diukur dalam lumen per watt (lm/W).

"Lampu LED menggunakan energi lebih sedikit untuk menghasilkan jumlah cahaya yang sama dengan lampu konvensional, sehingga lebih efisien. Artinya penggunaan lampu LED dapat menghemat energi minimal sebesar 14% jika dibandingkan penggunaan CFL," tuturnya.

Baca juga: Kasus COVID-19 di Semarang Menggila, Simpang Lima dan Kota Tua Ditutup Sementara

Kepala Seksi PT Daya Mandiri Terbarukan (DMT) Ono menjelaskan, perusahaan yang bergabung dengan Trinitan Global Pasific (TGP) ini berkomitmen memproduksi lampu LED berkualitas tinggi dengan faktor daya di atas 95% dan efikasi di atas 100 lm/W.



Adapun produk utama perusahaan ini adalah lampu LED untuk penerangan jalan umum (PJU), PJU surya, bola lampu LED, lampu tabung LED, lampu LED showcase, lampu LED high bay, dan lampu LED floodlight.

"Sebagian besar produknya telah memenuhi SNI. PT DMT juga akan melebarkan sayap dengan perusahaan nasional dan luar negeri untuk memproduksi lampu LED," pungkasnya.
(ind)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top