Ini Penyebab Garuda Dilarang Terbang ke Hong Kong Sampai 5 Juli

Rabu, 23 Juni 2021 - 13:52 WIB
loading...
Ini Penyebab Garuda...
Maskapai Garuda Indonesia dilarang terbang membawa penumpang ke Hong Kong hingga 5 Juli 2021. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra buka suara mengenai adanya larangan penerbangan penumpang oleh otoritas Hong Kong kepada maskapai pelat merah ini.

Hal itu ternyata dikarenakan adanya penumpang pesawat Garuda yang ketika tiba di Hong Kong saat kembali dilakukan tes hasilnya positif Covid-19 .

Baca Juga: Mau Duduk Berdampingan? Garuda Indonesia Beri Diskon 25%

"Ada penumpang Garuda yang ketika dalam negeri negatif sehingga kita perkenankan untuk naik pesawat. Tapi di Hong Kong dites PCR ternyata positif," kata Irfan saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Rabu (23/6/2021).

Menurut dia, Garuda Indonesia dilarang melakukan penerbangan ke Hong Kong hingga 5 Juli 2021. Irfan menilai kebijakan larangan ini seharusnya diterapkan pada seluruh maskapai penerbangan. Pasalnya, kata dia, maskapai asing yang masuk Indonesia pun seringkali kedapatan mengangkut penumpang yang ketika mendarat hasil tesnya menunjukkan positif Covid-19.

Baca Juga: Hilangkan Citra Keras Wahhabi, Reformasi Arab Saudi ala Pangeran Mohammad bin Salman

"Maskapai yang kena imbas, padahal semua surat sudah terverifikasi. Sebagai maskapai kami di larang membawa penumpang sampai tanggal 5 Juli ke Hong Kong," tuturnya.

Dia menambahkan, dengan adanya larangan itu Garuda Indonesia sementara hanya akan melayani penerbangan kargo ke Hong Kong. "Kami hanya akan membawa kargo," tandasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
Setelah Arab, GDPS Kembali...
Setelah Arab, GDPS Kembali Kirim Tenaga Profesional untuk Proyek MRO di Korsel
Harga Tiket Pesawat...
Harga Tiket Pesawat Garuda Indonesia Resmi Naik, Begini Penjelasan Dirutnya
Ini 5 Bandara Tersibuk...
Ini 5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang Pesawat
Garuda Indonesia Tatap...
Garuda Indonesia Tatap Fase Turnaround 2026: Suntikan Modal Rp23,7 Triliun Jadi Amunisi
Hong Kong Bongkar Sindikat...
Hong Kong Bongkar Sindikat Merchandise Piala Dunia Palsu Senilai Rp359 Miliar
Alasan Utama Maskapai...
Alasan Utama Maskapai BUMN Ini Migrasi ke SAP Cloud ERP Private
Hong Kong Undang Traveler...
Hong Kong Undang Traveler Indonesia Jelajahi Wisata Lintas Alam Ekstrem
Rekomendasi
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Tangan Berkeringat Disebut...
Tangan Berkeringat Disebut Tanda Jantung , Mitos atau Fakta?
ART asal Indonesia Dianiaya...
ART asal Indonesia Dianiaya di Malaysia, DPR Minta Kemlu Lobi agar Pelaku Dihukum Berat
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp4.000 per Gram, Simak Rinciannya
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
Momentum Indonesia Perkuat...
Momentum Indonesia Perkuat Fondasi Ketahanan Energi di 2026, Ini Kuncinya
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Infografis
3 Produsen Oplos 5 Merek...
3 Produsen Oplos 5 Merek Beras Premium, Ini Nama-namanya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved