GeNose Diperbanyak di Stasiun dan Bandara, Epidemiolog Pertanyakan Evaluasi dan Akurasinya

Rabu, 23 Juni 2021 - 15:55 WIB
loading...
GeNose Diperbanyak di...
Alat tes GeNose C19. Foto/Dok SINDOphoto/Ali Masduki
A A A
JAKARTA - Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman menyebut tes GeNose bukan alat pendeteksi Covid-19. Lantaran tes GeNose merupakan alat pendeteksi virus bagi orang yang sudah terinfeksi Covid-19 di rumah sakit.

Dia menjelaskan, mesin GeNose sengaja dilatih untuk mendeteksi apabila seseorang sudah terinfeksi Covid-19, di mana yang dites adalah hasil dari satu metabolisme.

“Mesin GeNose ini lebih diperuntukkan untuk rumah sakit yang mendeteksi pasiennya dalam masa pemulihan Covid-19. Jadi bukan untuk mendeteksi adanya virus Covid-19 atau tidak,” terangnya kepada MNC Portal Indonesia, Rabu (23/6/2021).

Baca juga: Gegara Kasus Covid Meledak Lagi, Stop Pakai Genose Menggema di Twitter

Dicky mengungkapkan, mesin GeNose yang dipakai selama ini sudah dilatih pada setingan rumah sakit. Kemudian pada fase berikutnya juga diseting untuk pasien yang sedang rawat jalan.

Sampai sejauh ini mesin GeNose sudah ditempatkan di banyak stasiun dan bandara. Namun, selama periode penggunaannya tidak ada evaluasi publikasi terkait jumlah orang yang terindikasi Covid-19.

“Sampai sejauh ini tidak ada data yang menunjukkan hasil dari tes GeNose dari tempat-tempat tersebut. Misalnya, dari sekian puluh ribu tes GeNose di Indonesia kemudian dibandingkan dengan tes PCR hasilnya akurat. Kalau ada tindakan seperti itu baru bisa dikatakan tes Genose memiliki tingkat keakuratan yang sebanding dengan tes PCR. Tapi sampai sekarang publikasi seperti itu tidak ada,” ungkapnya.

Terkait hal tersebut, pemerintah justru memperbanyak layanan tes GeNose di stasiun. Belum lama ini, PT. KAI menambah dua stasiun yang membuka layanan tes GeNose bagi penumpang KA. Menurut Dicky, seharusnya, pemerintah melakukan evaluasi terlebih dahulu dari tes GeNose yang selama ini sudah berlangsung.

“Realitanya sekarang, belum ada evaluasi dari hasil tes GeNose itu tapi malah sudah diperbanyak lagi tes GeNose ini. Ini saya tidak tahu dasarnya apa. Buktinya sekarang kasusnya malah meningkat,” cetusnya.

Baca juga: PPKM Mikro Jakarta Diperpanjang, Ini Aturan Lengkap 11 Sektor Kegiatan Masyarakat

Tak ayal jika sekarang lonjakan kasus meningkat, Dicky menilai salah satu faktornya adalah tingginya pergerakan masyarakat dengan moda transportasi umum yang mengandalkan tes Covid-19 buatan UGM ini.

Dicky menyampaikan, apabila dalam situasi seperti ini pemerintah belum sanggup melakukan PSBB, setidaknya dari sisi perjalanan moda transportasi bisa dibatasi. Dia mengingatkan, jangan sampai ada penempatan mekanisme screening seperti tes GeNose untuk pembenaran orang boleh melakukan bepergian.

“Ketika esensial pergi yang dalam keadaan darurat, setidaknya melakukan tes antigen di laboratorium atau rumah sakit yang kredibel. Karena tes antigen sudah mendapat rekomendasi WHO. Lebih baik lagi PCR tapi harus mengeluarkan dana cukup mahal,” tandasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Heboh Luhut Diduga Ikut...
Heboh Luhut Diduga Ikut Bisnis PCR, Bahlil: Saya Tahu Soal Itu
Bos Bio Farma Klaim...
Bos Bio Farma Klaim Tarif PCR di Indonesia Lebih Murah dari Malaysia hingga UEA
Luhut Tegaskan Tak Pernah...
Luhut Tegaskan Tak Pernah Ambil Untung dari Bisnis PT GSI
Ditopang Tes Covid dan...
Ditopang Tes Covid dan Digitalisasi, Laba Prodia Melonjak 2.000%
Aturan Baru Masuk Mal:...
Aturan Baru Masuk Mal: Belum Vaksin Bisa Bawa Hasil Tes Negatif Covid
Jangan Cuman Pelonggaran...
Jangan Cuman Pelonggaran PPKM, Pengusaha Minta Harga PCR Diturunkan!
Musim Hujan Tiba, Waspadai...
Musim Hujan Tiba, Waspadai Penyakit dan Terapkan Tips Kesehatan dari Pakar Epidemiologi
Saran Epidemiolog Cegah...
Saran Epidemiolog Cegah Lonjakan Covid-19 saat Libur Nataru
Epidemiolog Imbau Waspadai...
Epidemiolog Imbau Waspadai Pandemi Disease X, Angka Kematiannya Tinggi
Rekomendasi
PKB Instruksikan DPC...
PKB Instruksikan DPC dan DPW Berdialog dengan Mahasiswa
Dua Kali Berturut PINTU...
Dua Kali Berturut PINTU Raih Penghargaan Kepatuhan Hukum
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Berita Terkini
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
Tok! DPR dan Pemerintah...
Tok! DPR dan Pemerintah Sepakati Asumsi Makro KEM-PPKF 2027, Target Lifting Migas Dikerek
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved