Ditopang Tes Covid dan Digitalisasi, Laba Prodia Melonjak 2.000%

loading...
Ditopang Tes Covid dan Digitalisasi, Laba Prodia Melonjak 2.000%
Petugas medis prodia saat mengambil sampel darah pasien di Laboratorium Klinik Prodia Kramat di Jakarta, Sabtu (8/5/2021). Foto/Okezone/Arif Julianto
JAKARTA - PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) mencatatkan kinerja gemilang pada semester I/2021, di mana pertumbuhan pendapatan bersih meningkat 88,4% menjadi Rp1,2 triliun. Sejurus dengan itu, laba bersih juga melesat lebih dari 2.000% menjadi Rp301,02 miliar secara tahunan (year-on-year/yoy).

Direktur Bisnis & Marketing PT Prodia Widyahusada Tbk, Indriyanti Rafi Sukmawati mengatakan, di awal tahun perencanaan Prodia memang lebih memokuskan pada pemeriksaan non Covid-19.

Selain itu, perseroan juga mengedepankan layanan digital sebagai pemenuhan kebutuhan masyarakat serta pengembangan produk. “Jadi itu semua yang sebenarnya memacu kita untuk bisa mencapai top line,” ungkapnya dalam 2nd Session Closing IDX Channel, Kamis (2/9/2021).

Baca juga: Muncul Varian Covid-19 MU, Pemerintah Awasi Mobilitas Dalam dan Luar Negeri



Lebih lanjut, terkait penopang kesuksesan Prodia yakni pada layanan Covid-19, dia menjelaskan sejak 2020 hingga sekarang Prodia menyediakan pemeriksaan yang ditujukan untuk mendukung pemerintah dalam penanganan Covid-19 seperti tes Swab PCR, tes Antigen dan pemerikasaan antibody.

“Sebelum orang melakukan vaksinasi khususnya bagi yang komorbid itu kan perlu mengendalikan komorbidnya sebelum vaksinasi. Oleh karena itu dalam layanan Prodia kita juga lakukan pemeriksaan itu. Begitu juga kita menyediakan pelayanan bagi masyarakat pasca vaksinasi,” paparnya.

Sementara itu, kontribusi lain yang mendorong Prodia mencapai top line adalah layanan berbasis digital. Kata Indriyanti, transformasi digital sudah dimulai Prodia jauh sebelum terjadinya pandemi.

“Untuk hasil online kami, terjadi sangat signifikan terlebih di saat pandemi. Saya beri contoh, ketika pasien memeriksa kondisinya di Prodia, pasien tersebut tidak perlu lagi datang untuk mengambil hasil. Mereka cukup melihat hasilnya melalui aplikasi. Artinya, layanan-layanan yang sudah disiapkan jauh sebelum pandemi, dengan adanya pandemi ini mengalami peningkatan yang cukup bermakna,” paparnya.

Baca juga: Cuan! Laba Induk Usaha Indomaret Meroket 760% di Kuartal II/2021

Indriyanti menambahkan, dengan upaya pemerintah mendorong vaksinasi bagi masyarakat, angka kasus Covid-19 mengalami penurunan. Hal ini menjadikan Prodia optimis sampai akhir tahun bisa tetap tumbuh sesuai target.



“Kita sangat optimis ke depan karena kita maju dengan melihat pengalaman kita sebelumnya yang mampu memberikan hasil yang baik buat kita. Jadi kita akan terus lanjutkan dengan strategi-strategi yang kita miliki,” tandasnya.
(ind)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top