HIPPI Jakarta Apresiasi Komitmen Erick Thohir Berdayakan UKM di Proyek Pemerintah
Selasa, 26 Mei 2020 - 17:24 WIB
loading...
Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta Sarman Simanjorang. Foto/Dok.
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta, Sarman Simanjorang mengapresiasi terobosan Menteri BUMN Erick Thohir yang akan menggandeng pelaku usaha UKM dalam menggarap proyek pemerintah di masa pandemi Covid-19 ini.
Sarman menilai terobosan Erick merupakan salah satu bentuk komitmen Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam membina, memberdayakan dan mengembangkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) sehingga lebih maju dan berpeluang naik kelas.
Kondisi pendemi Covid 19 saat ini, banyak UKM di berbagai bidang yang telah mari suri, seperti yang bergerak di bidang kontruksi, konsultan maupun pengadaan barang dan jasa. Khususnya UKM yang bergerak di sektor kontruksi dan konsultan tahun ini, diperkirakan peluang mendapatkan pekerjaan dari pemerintah sangat kecil mengingat banyaknya anggaran pemerintah yang direalokasikan untuk menangani Covid 19.
"Sehingga kebijakan Menteri BUMN Erick Thohir yang mewajibkan BUMN memberikan peluang kerja ke pelaku usaha UKM menjadi secercah harapan. Sebagaimana yang disampaikan Erick beberapa waktu yang lalu, sedang dipetakan 30 BUMN yang akan diprioritaskan bekerjasama dengan UKM dengan nilai proyek Rp2 miliar hingga Rp14 miliar. Semoga nama BUMN tersebut dapat diumumkan dalam waktu tidak terlalu lama sehingga pelaku UKM dapat mempersiapkan diri sejak sekarang," ujar Sarman kepada SINDOnews di Jakarta, Selasa (26/5/2020).
Ia juga berharap kerjasama BUMN dengan UKM tidak terbatas hanya pada 30 BUMN, namun dapat mencakup semua BUMN untuk membina, memberdayakan dan mengembangkan UKM dengan berbagai bidang usaha sesuai peluang yang ada. Sehingga pasca Covid-19, dapat lebih cepat bangkit dan berlari kencang menyediakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan daya beli masyarakat.
Sarman menilai terobosan Erick merupakan salah satu bentuk komitmen Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam membina, memberdayakan dan mengembangkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) sehingga lebih maju dan berpeluang naik kelas.
Kondisi pendemi Covid 19 saat ini, banyak UKM di berbagai bidang yang telah mari suri, seperti yang bergerak di bidang kontruksi, konsultan maupun pengadaan barang dan jasa. Khususnya UKM yang bergerak di sektor kontruksi dan konsultan tahun ini, diperkirakan peluang mendapatkan pekerjaan dari pemerintah sangat kecil mengingat banyaknya anggaran pemerintah yang direalokasikan untuk menangani Covid 19.
"Sehingga kebijakan Menteri BUMN Erick Thohir yang mewajibkan BUMN memberikan peluang kerja ke pelaku usaha UKM menjadi secercah harapan. Sebagaimana yang disampaikan Erick beberapa waktu yang lalu, sedang dipetakan 30 BUMN yang akan diprioritaskan bekerjasama dengan UKM dengan nilai proyek Rp2 miliar hingga Rp14 miliar. Semoga nama BUMN tersebut dapat diumumkan dalam waktu tidak terlalu lama sehingga pelaku UKM dapat mempersiapkan diri sejak sekarang," ujar Sarman kepada SINDOnews di Jakarta, Selasa (26/5/2020).
Ia juga berharap kerjasama BUMN dengan UKM tidak terbatas hanya pada 30 BUMN, namun dapat mencakup semua BUMN untuk membina, memberdayakan dan mengembangkan UKM dengan berbagai bidang usaha sesuai peluang yang ada. Sehingga pasca Covid-19, dapat lebih cepat bangkit dan berlari kencang menyediakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan daya beli masyarakat.
Lihat Juga :