Hary Tanoesoedibjo: Cabang Bank Digital di Setiap Rumah, OJK: Ekonomi Digital RI Terbesar se-Asia Tenggara

Rabu, 30 Juni 2021 - 22:20 WIB
loading...
Hary Tanoesoedibjo:...
Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Berkembangnya bank digital semakin memacu pertumbuhan ekonomi digital di Tanah Air. Indonesia diproyeksikan menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar se-Asia Tenggara.

"Indonesia diproyeksikan menjadi negara dengan ekonomi digital nomor satu di Asia Tenggara di tahun 2025. Dengan kontribusi transaksi digital USD124 miliar atau Rp1.736 triliun," ujar Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, Rabu (30/6/2021).

Hal itu disampaikannya dalam webinar bertajuk 'Bank Digital, Solusi Kemudahan Bertransaksi di Tengah Pandemi', yang digelar dalam rangka HUT ke-16 Koran Sindo, Rabu (30/6/2021).

Wimboh mengatakan Indonesia memiliki potensi yang begitu besar untuk berkembang di industri digital. Pertama, karena besarnya populasi, yaitu 272 juta penduduk yang tersebar--di 17.000 pulau--dan 137 juta di antaranya adalah angkatan kerja.

Kedua, kata Wimboh, sebanyak 175 juta penduduk atau sebesar 65,3% populasi merupakan pengguna Internet. Berdasarkan catatan Kementerian Koperasi dan UMKM, pada 2020 terdapat 129 juta penduduk Indonesia yang menggunakan e-commerce, dengan nilai transaksi mencapai Rp266 triliun.

"Kami berharap, pandemi Covid-19 ini menjadi momentum bagi kita semua untuk bertransformasi melalui digital, sehingga industri jasa keuangan mampu menjadi industri yang kompetitif, memiliki ketahanan, serta berkelanjutan dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional," tutur Wimboh.

Baca juga:Begini Skenario PPKM Darurat Jawa-Bali: Mulai dari WFH 100% hingga Mal Ditutup

Menurutnya, dibutuhkan strategi untuk mengoptimalkan potensi ekonomi digital tersebut dengan cepat. Bila tak bergerak cepat, daya saing Indonesia diyakininya akan tergerus.

"Karena global player akan berjalan lebih cepat dari apa yang kita lakukan. Indonesia akan menjadi penonton, akan menjadi pasar dari para pelaku di luar Indonesia," terang Wimboh.

Apalagi, masih terdapat 4 tantangan besar yang harus dihadapi. Pertama, jangkauan konektivitas. Belum seluruh wilayah di Nusantara memiliki koneksi Internet yang baik. Kedua, tingkat literasi digital yang masih perlu ditingkatkan, terutama masyarakat di daerah yang belum bankable, para pelaku sektor informal dan UMKM.

Ketiga, semakin meningkatnya kejahatan cyber dan adanya potensi penyalahgunaan data pribadi dengan menggunakan teknik manipulasi data yang bervariasi.

"Dalam memitigasi hal ini, sangat dibutuhkan dukungan perundang-undangan dan peraturan pelaksana yang jelas, serta enforcement yang tegas," tutur Wimboh seraya menambahkan, jumlah talenta digital pun masih belum memadai.

OJK menyambut baik banyaknya startup yang bermunculan. Sebab, itu memberikan kemudahan kepada para entrepreneur, plus memberikan kenyamanan serta kualitas produk kepada konsumen. Saat ini, jumlah startup milik Indonesia lebih dari 2.100, dengan 4 unicorn dan 1 decacorn.

"Khusus untuk sektor perbankan, transformasi digital menjadi fokus kami ke depan agar menjadi lebih kompetitif, memiliki kualitas produk yang baik, layanan yang memuaskan dan coverage yang luas, sehingga lebih efisien serta meningkatkan daya saing industri perbankan di kancah nasional, regional dan global," tuturnya.

Wimboh menambahkan OJK terus mendorong pengembangan suatu ekosistem digital yang terintegrasi. Di mana di dalamnya mencakup produk dan layanan digital, business process digital, platform keuangan digital, serta infrastruktur digital.

"Itu semua merupakan satu-kesatuan dari ekosistem pengembangan ekonomi Indonesia yang berbasis UMKM," pungkas pria kelahiran Boyolali, Jawa Tengah, 15 Maret 1957 itu.

Sementara itu, Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo menegaskan bank digital menjadi solusi kemudahan bertransaksi di tengah pandemi. "Digital banking satu hal yang mendobrak dunia keuangan," ungkapnya.

Masyarakat bisa membuka rekening bank lewat aplikasi. Bahkan, penyaluran kredit pun bisa dilakukan lewat aplikasi. Jadi, bank seakan punya cabang di setiap rumah yang memiliki sambungan Internet.

"Digital banking ini menjadi satu hal yang mengubah tatanan dari dunia perbankan dan dunia keuangan pada umumnya," tutur Hary.

Sebagai informasi, webinar dalam rangka HUT ke-16 Koran Sindo dengan tema besar "Value of Trust" diselenggarakan dalam dua sesi.

Baca juga:Camkan! Polisi Tindak Tegas Penimbun Tabung Oksigen

Sesi pertama membahas bank digital dengan narasumber utama Wimboh Santoso. Sesi kedua, bertajuk "Asa UMKM Merajai Pasar Internasional" yang menghadirkan Menko Perekonomian RI Airlangga Hartarto sebagai keynote speaker, dan sejumlah narasumber lainnya.

Webinar itu disiarkan langsung di disiarkan live di YouTube, portal Sindonews dan RCTI+. RCTI+ adalah OTT streaming yang berkembang pesat dengan monthly active users sekitar 32 juta setiap bulannya pada saat ini.

Koran Sindo sendiri berkembang pesat. Bertranformasi ke digital dengan meluncurkan Sindonews.com dan terus berkembang hingga kini memiliki total 6 portal. "Coverage-nya juga cukup luas, sudah mencapai lebih dari 70 juta monthly active users," pungkas Hary.

Narasumber yang bicara dalam forum prestisius di sesi I ini, yaitu Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI/BRIS) Hery Gunardi, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) Haru Koesmahargyo, Direktur Utama PT MNC Investama Tbk (BHIT) Darma Putra, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Jahja Setiaatmadja, dan Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira.

Pada sesi II, tema yang diusung “Asa UMKM Merajai Pasar Internasional”. Menko Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto memberikan keynote speech.

Narasumber pada webinar sesi kedua ini adalah Chairman of The SEA Group Indonesia Pandu Patria Sjahrir, Direktur Hubungan Kelembagaan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Sis Apik Wijayanto, Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Darmawan Junaidi, dan Direktur Bisnis Kecil dan Menengah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Amam Sukriyanto.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pajak Digital Tembus...
Pajak Digital Tembus Rp52,85 Triliun per Mei 2026, Ini 4 Pilar Penopangnya
Persaingan Pasar Game...
Persaingan Pasar Game Valorant, Intip Strategi Ekspansi Tokovalorant
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Grab Tepis Rumor Keluar...
Grab Tepis Rumor Keluar dari Indonesia, Komitmen untuk UMKM dan Mitra Tetap Kuat
White Paper MDI Ventures...
White Paper MDI Ventures Petakan Jalur Ekonomi Digital Inklusif di Indonesia
Kisah Rizaldo Arif Akbar,...
Kisah Rizaldo Arif Akbar, dari Bisnis Digital hingga Jadi Travel Content Creator
Gandeng CEO Kreta Digital,...
Gandeng CEO Kreta Digital, Dispora Kota Batam Gelar Pelatihan Digital Marketing
Ikut Rayakan Iduladha...
Ikut Rayakan Iduladha Bareng Warga, HT Tegaskan Partai Perindo Hadir Perjuangkan Kesejahteraan Masyarakat
Rekomendasi
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Jelang Hari Bhayangkara,...
Jelang Hari Bhayangkara, Polri Gelar Doa Bersama Lintas Agama
OTT di Kuansing, KPK...
OTT di Kuansing, KPK Minta Bupati dan Sekda Menyerahkan Diri
Berita Terkini
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Investasi Hijau, Pertamina...
Investasi Hijau, Pertamina Port & Logistics Tanam 600 Mangrove di Balikpapan
Belanja Puas, Dompet...
Belanja Puas, Dompet Aman dengan Promo Spesial Blibli BRIDAY
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
Perkuat Ekonomi Rakyat,...
Perkuat Ekonomi Rakyat, BSI Apresiasi Penempatan SAL untuk Pembiayaan Produktif
Infografis
Jadi Buah Terbaik di...
Jadi Buah Terbaik di Asia Tenggara, Ini 7 Manfaat Manggis untuk Kesehatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved