130 Negara Mendukung Sistem Pajak Global Dirombak, Hari Bersejarah dalam Diplomasi Ekonomi

Jum'at, 02 Juli 2021 - 08:36 WIB
loading...
130 Negara Mendukung...
Para pejabat dari 130 negara telah setuju untuk merombak sistem pajak global untuk memastikan perusahaan besar membayar bagian yang adil di manapun mereka beroperasi. Foto/Dok
A A A
PARIS - Para pejabat dari 130 negara telah setuju untuk merombak sistem pajak global untuk memastikan perusahaan besar 'membayar bagian yang adil' di manapun mereka beroperasi.

Baca Juga: Harapan Sri Mulyani: Joe Biden Mau Diajak Rembukan Pajak Digital

Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) mengatakan, pada hari Kamis waktu setempat bahwa negosiator telah mendukung usulan tarif pajak perusahaan, minimum setidaknya 15%.

Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan: "Hari ini adalah hari bersejarah untuk diplomasi ekonomi."

Pajak perusahaan raksasa teknologi telah menjadi sumber gesekan antara AS dan lainnya. OECD yang memimpin pembicaraan, mengatakan bahwa rencana tersebut dapat menghasilkan sekitar USD150 miliar yang masuk ke dalam penerimaan pajak dalam setahun.

Tetapi organisasi yang berbasis di Paris itu mengkonfirmasi bahwa Irlandia dan Hongaria - negara-negara dengan pajak perusahaan rendah - belum bergabung dengan kesepakatan tentang minimum global.

Semua negara G20, seperti AS, Inggris, China dan Prancis, memang mendukung perjanjian tersebut. Pemerintah yang berpartisipasi saat ini berharap untuk mencoba mengesahkan undang-undang yang relevan terkait batas minimum pajak yang harus dibayarkan.

Baca Juga: Beras dan Daging Jadi Sasaran Pajak Sembako

Meski rincian seperti kemungkinan pengecualian untuk industri tertentu masih siap untuk dinegosiasikan. "Rencana implementasi terperinci bersama dengan masalah yang tersisa akan diselesaikan pada Oktober 2021," kata sebuah pernyataan yang ditandatangani oleh 130 dari 139 negara dan yurisdiksi yang terlibat dalam pembicaraan.

Negara-negara itu juga telah mendaftar ke aturan baru di mana perusahaan multinasional terbesar dikenakan pajak. Mereka akan mendapatkan hak pajak lebih dari USD100 miliar dari keuntungan yang bergeser ke negara-negara di mana keuntungan dihasilkan, daripada di mana bisnis itu memiliki kantor pusat.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penjelasan soal Aturan...
Penjelasan soal Aturan Tarif PPh Final 0,5% Kini Khusus buat UMKM
Lampaui Target, Bea...
Lampaui Target, Bea Cukai Sumbawa Kantongi Rp1,44 Triliun dalam Empat Bulan
Setoran Pajak Digital...
Setoran Pajak Digital Awal 2026 Sentuh Rp50 Triliun, Segini Kontribusi Kripto hingga Fintech
Dorong Digitalisasi...
Dorong Digitalisasi Pajak: Permudah Kelola Potongan PPh Unifikasi secara Terintegrasi
Purbaya Ungkap Alasan...
Purbaya Ungkap Alasan di Balik Pajak Pedagang Online: Bukan Hanya demi Pendapatan Negara
Kantongi Penerimaan...
Kantongi Penerimaan Pajak Rp394,8 T di Kuartal I 2026, Purbaya: Strategi Kita Mulai Berhasil
RUU Satu Data Momentum...
RUU Satu Data Momentum Penguatan Database Perpajakan
OTT Pejabat Pajak di...
OTT Pejabat Pajak di Banjarmasin, KPK: Momentum Pembenahan Sistem Perpajakan
Ijon Pajak di Ujung...
Ijon Pajak di Ujung 2025: Solusi Cepat atau Ilusi Berisiko untuk APBN?
Rekomendasi
APHI Dorong Pemegang...
APHI Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
Berita Terkini
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Infografis
10 Negara Terhebat yang...
10 Negara Terhebat yang Pernah Tercatat dalam Sejarah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved