Kementan Perkuat Koordinasi Tim Detasering untuk Food Estate

Sabtu, 03 Juli 2021 - 09:32 WIB
loading...
Kementan Perkuat Koordinasi...
Kepala BPPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi (depan) ingatkan tugas dan fungsi Tim Detasering membantu percepatan pengembangan food estate dan memperkuat eksistensi kelembagaan petani. (Foto: Dok. BPPSDMP)
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) memberi perhatian ekstra bagi kegiatan pendampingan pada lokasi lumbung pangan baru ( food estate ) oleh Tim Detasering. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menegaskan bahwa Kementan akan memaksimalkan semua lini agar pendampingan bagi petani di Food Estate Kalimantan Tengah (Kalteng), Sumatera Utara (Sumut) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) berjalan maksimal oleh Tim Pendampingan/Detasering Food Estate.

“Dengan food estate, kita bukan hanya ingin menjaga ketahanan pangan, tapi juga memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Food estate bukan hanya mengembangkan satu komoditas saja, tetapi multi komoditas,” kata Mentan Syahrul.

(Baca juga:Pemerintah Diminta Evaluasi Total Proyek Food Estate)

Kementan memberi perhatian ekstra untuk penguatan food estate pada 'Koordinasi Tim Detasering Food Estate 2021 serta Sinkronisasi Dan Koordinasi Kegiatan Penyuluhan Pertanian melalui Dana Dekonsentrasi' di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (2/7/2021).

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan untuk menyediakan tambahan stok pangan nasional dan antisipasi dampak pandemi Covid-19, telah disusun program super prioritas dan program utama. Di antaranya adalah food estate yang harus ditangani extraordinary dengan melakukan pendampingan intensif melalui Tim Detasering.

(Baca juga:Jaga Ketahanan Pangan, Mentan Ajak Semua Elemen Komitmen Laksanakan Food Estate)

“Tim Detasering menjadi landasan utama optimalkan aktivitas food estate dari hulu ke hilir. Kehadirannya dapat membantu percepatan pengembangan food estate dan memperkuat eksistensi kelembagaan petani serta pengembangan bisnis dan korporasi petani,” kata Dedi.

Menurutnya, terdapat dua aspek utama dalam ruang lingkup pendampingan Tim Detasering, aspek teknis dan kelembagaan. Aspek teknis meliputi teknologi on farm, off farm; pendataan dan pemetaan lahan di wilayah kerja; serta pemantauan distribusi bantuan alat mesin pertanian (Alsintan), logistik dan sarana produksi (Saprodi) tepat sasaran.

(Baca juga:Food Estate Kalteng Jadi Percontohan Pertanian Modern)

Sedangkan aspek kelembagaan adalah penguatan kapasitas dan transformasi kelembagaan petani menjadi badan usaha yang dikelola dan dimiliki petani. “Nantinya akan dibentuk Gapoktan Bersama sebagai cikal bakal korporasi atau BLU (Badan Layanan Umum),” kata Dedi.

Dia mengingatkan pengawalan dan pendampingan oleh stakeholders untuk mencapai tujuan dan target food estate. Penyuluh dan Tim Detasering menjadi unsur penting untuk menggerakkan petani dan kelembagaannya menerapkan inovasi teknologi yang teruji keberhasilannya dan menguntungkan petani.

(Baca juga:Food Estate Kalteng Akan Jadi Kiblat Lumbung Pangan Nasional)

“Para petugas harus komunikatif, bertanggung jawab dan mampu melaksanakan tugas pokok, maka pertemuan ini untuk meningkatan sinergitas, koordinasi dan percepatan kegiatan penyuluhan melalui Dana Dekonsentrasi tahun 2021 pasca revisi honor penyuluh THL TBPP yang telah diangkat menjadi ASN PPPK,” kata Dedi Nursyamsi.

Dia juga menekankan agar serapan anggaran kegiatan penyuluhan pertanian dioptimalkan, yang masih kurang dari 40%. Kunci suksesnya adalah bersatu padu, bekerja keras, cerdas dan sinergi antara pusat dan daerah dalam upaya akselerasi kegiatan penyuluhan agar realisasi keuangan dan fisik tercapai sesuai target.

“Saya harap pertemuan ini menjadi momentum untuk berkomitmen membangun sinergitas, kerja sama dan koordinasi menyukseskan program super prioritas dan utama pembangunan pertanian untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani,” kata Dedi.
(dar)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bangun Food Estate,...
Bangun Food Estate, Airlangga Sebut Tanah Merauke Lebih Baik dari Australia
Mentan Amran Copot Oknum...
Mentan Amran Copot Oknum ASN yang Sewakan Lahan Negara 300 Hektare
Pilar Swasembada Pangan,...
Pilar Swasembada Pangan, Kementan Cetak Ratusan Ribu Petani Muda
Harga Beras di Jepang...
Harga Beras di Jepang Naik 90%, Bagaimana di Indonesia?
Bertemu PM Singapura,...
Bertemu PM Singapura, Prabowo Bahas IKN hingga Food Estate
Ini 3 Arahan Prabowo...
Ini 3 Arahan Prabowo untuk Mentan Amran di Kementerian Pertanian
Dirjenbun Kementan Pastikan...
Dirjenbun Kementan Pastikan Perlindungan dan Pemberdayaan Petani
Komisi IV DPR Sebut...
Komisi IV DPR Sebut PSN Wanam Harus Tetap Jalan untuk Wujudkan Ketahanan Pangan
Wujudkan Ketahanan Pangan,...
Wujudkan Ketahanan Pangan, Food Estate Wanam Papua Selatan Tak Terkait Film Pesta Babi
Rekomendasi
Kisah Nabi Muhammad...
Kisah Nabi Muhammad SAW Sujud Sangat Lama, Ternyata Ini Penyebabnya
Top Up Game di VCGamers...
Top Up Game di VCGamers Dijamin Murah, Aman dan Cepat
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Berita Terkini
Gratis! Kemnaker Buka...
Gratis! Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi untuk Lulusan Magang Nasional
B50 Dimulai 1 Juli,...
B50 Dimulai 1 Juli, Mampukah Jadi Solusi Ketahanan Energi Tanpa Mengorbankan Petani Sawit?
Nobu Bank Hadirkan Soundbox...
Nobu Bank Hadirkan Soundbox QRIS Gratis dan MDR 0% bagi Pedagang Pasar Sukawati
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Tanggapan Resmi DJP
PLN EPI Bangun Ekosistem...
PLN EPI Bangun Ekosistem Bioenergi Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Tegaskan Komitmen Tata Kelola Guna Jaga Kepercayaan Nasabah
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved