Empat Hari dalam Seminggu 'Sukses Luar Biasa' di Islandia
Rabu, 07 Juli 2021 - 05:39 WIB
loading...
A
A
A
Berbagai tempat kerja mengambil bagian, termasuk prasekolah, kantor, penyedia layanan sosial, hingga rumah sakit.
Banyak dari mereka pindah dari 40 jam setiap minggu menjadi 35 atau 36 jam dalam sepekan, seperti disampaikan para peneliti dari Inggris think tank Autonomy dan Association for Sustainable Democracy (Alda) di Islandia.
"Uji coba ini membuat serikat pekerja menegosiasikan kembali pola kerja, dan sekarang 86% tenaga kerja di Islandia telah pindah ke jam yang lebih pendek untuk gaji yang sama, atau akan mendapatkan hak tertentu," kata para peneliti.
Hasilnya, para pekerja mengaku tingkat stres menjadi berkurang serta adanya keseimbangan kesehatan dan kehidupan kerja mereka. Mereka juga melaporkan memiliki lebih banyak waktu untuk dihabiskan bersama keluarga, melakukan hobi dan menyelesaikan pekerjaan rumah tangga.
"Penelitian ini menunjukkan bahwa uji coba terbesar di dunia dari waktu kerja per minggu yang lebih pendek di sektor publik yakni semua langkah menunjukkan keberhasilan yang luar biasa," ungkap Direktur Penelitian Autonomy, Will Stronge.
Banyak dari mereka pindah dari 40 jam setiap minggu menjadi 35 atau 36 jam dalam sepekan, seperti disampaikan para peneliti dari Inggris think tank Autonomy dan Association for Sustainable Democracy (Alda) di Islandia.
"Uji coba ini membuat serikat pekerja menegosiasikan kembali pola kerja, dan sekarang 86% tenaga kerja di Islandia telah pindah ke jam yang lebih pendek untuk gaji yang sama, atau akan mendapatkan hak tertentu," kata para peneliti.
Hasilnya, para pekerja mengaku tingkat stres menjadi berkurang serta adanya keseimbangan kesehatan dan kehidupan kerja mereka. Mereka juga melaporkan memiliki lebih banyak waktu untuk dihabiskan bersama keluarga, melakukan hobi dan menyelesaikan pekerjaan rumah tangga.
"Penelitian ini menunjukkan bahwa uji coba terbesar di dunia dari waktu kerja per minggu yang lebih pendek di sektor publik yakni semua langkah menunjukkan keberhasilan yang luar biasa," ungkap Direktur Penelitian Autonomy, Will Stronge.
Lihat Juga :