Vaksin Covid Asal Korea Bisa untuk Anak-anak? Ini Penjelasan Kalbe

Jum'at, 09 Juli 2021 - 19:31 WIB
loading...
Vaksin Covid Asal Korea...
Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - PT Kalbe Farma Tbk belum bisa memastikan apakah nantinya vaksin GX-19N asal Korea Selatan, Genexine Inc, dapat digunakan untuk anak-anak atau tidak. Sebagaimana diketahui, pemerintah saat ini tengah menggelar vaksinasi bagi anak usia 12-17 tahun.

Sementara, proses uji klinik vaksin GX-19N fase 2B/3 akan dilakukan Kalbe pada Juli 2021 ini. Ketua Tim Peneliti uji klinik vaksin GX-19N, Iris Rengganis menyebut, uji klinis vaksin yang dilakukan hanya menggunakan sampel orang dewasa usia 18 tahun ke atas.

Baca juga: Vaksin Kalbe dan Genexine Dinilai Bikin Kebal dari Varian Covid-19

Oleh karena itu, belum dipastikan GX-19N dapat digunakan bagi anak-anak. "Karena di kita (Indonesia) hanya untuk dewasa saja. Tapi di Korea apakah juga untuk anak, nanti tanyakan," ujar Iris, Jumat (9/7/2021).

Senada, Direktur Kalbe Farma, Sie Djohan memperkirakan, hasil uji klinis fase 2B/3 belum menghasilkan data yang bisa menjawab apakah vaksin ini dapat digunakan untuk anak-anak. Sebab, sampel yang digunakan adalah sampel orang dewasa.

Baca juga: Fiji Wajibkan Vaksinasi COVID-19: 'Tak Ada Suntikan, Tak Ada Pekerjaan!'

"Apakah vaksin ini bisa digunakan untuk anak? Saya rasa saat ini yang akan kita lakukan uji klinisnya adalah untuk pasien dewasa di atas 18 tahun mungkin sampai pasien orang tua. Jadi untuk hasil uji 2B/3 ini belum hasilkan data yang kita butuhkan apakah bisa digunakan untuk anak atau tidak," bebernya.

Meski demikian, untuk mengetahui apakah vaksin Covid-19 tersebut dapat digunakan kepada anak-anak, maka perlu dilakukan klinis dengan menggunakan sampel anak-anak. "Untuk itu, kita harus melakukan uji klinis terpisah untuk anak-anak," pungkasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Berhasil Lintasi Selat...
Berhasil Lintasi Selat Hormuz, 1 Juta Barel Minyak Tiba di Korsel
Prabowo Bawa Oleh-oleh...
Prabowo Bawa Oleh-oleh Investasi Rp173 Triliun dari Korea Selatan
Komite Generasi Muda...
Komite Generasi Muda OKTA Cabang Jakarta 2026 Resmi Meluncur
Tiga Negara Bersaing...
Tiga Negara Bersaing Garap Proyek Pembangkit Nuklir Pertama di Indonesia
Lotte Chemical Tanam...
Lotte Chemical Tanam Duit Rp62 Triliun, Simbol Kuat Kemitraan Ekonomi Indonesia–Korea
MNC Asset Management...
MNC Asset Management dan KISI Jalin Kerja Sama, Permudah Akses Investasi Reksa Dana
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Rekomendasi
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Pecahkan Rekor Piala...
Pecahkan Rekor Piala Dunia, Gol Bersejarah Lionel Messi Tuai Perdebatan
Berita Terkini
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Reform Syndicate Sodorkan 5 Rekomendasi Taktis
Kilau Emas Antam Kembali,...
Kilau Emas Antam Kembali, Hari Ini Naik Tipis Rp5 Ribu ke Rp2.673.000 per Gram
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Jaga HET MinyaKita di...
Jaga HET MinyaKita di Angka Rp15.700 per Liter, Istana Buka Suara
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Infografis
Penerima Bansos 2026...
Penerima Bansos 2026 Wajib Tahu! Ini Penjelasan Desil yang Jadi Penentu Kelayakan Bantuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved