Penuhi Kebutuhan Layanan Perbankan Saat PPKM Darurat, BTN Optimalkan Digital Banking

Jum'at, 09 Juli 2021 - 22:41 WIB
Penuhi Kebutuhan Layanan Perbankan Saat PPKM Darurat, BTN Optimalkan Digital Banking
BTN mengoptimalkan layanan digital banking, seperti mobile banking, internet banking serta ATM sebagai upaya mendukung Pemerintah menekan laju penularan Covid-19. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Dalam rangka mendukung Pemerintah menekan laju penularan Covid-19 dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM mulai 3 Juli lalu, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk ( BTN ) mengoptimalkan layanan digital banking , seperti mobile banking , internet banking serta ATM.

Baca Juga: BTN Siap Rights Issue Usai Disuntik Pemerintah Rp2 Triliun

Di harapkan dengan ketiga kanal tersebut, masyarakat tetap dapat beraktivitas dengan nyaman dan aman tanpa perlu keluar rumah atau ke kantor layanan bank.

“Kami terus meningkatkan kapasitas dan fitur dari mobile banking Bank BTN agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh nasabah terlebih saat pemberlakukan PPKM darurat ini, misalnya untuk transfer, pembayaran BPJS Kesehatan, bayar PBB, listrik, PDAM dan top up dompet digital serta virtual account untuk transaksi di e-commerce," kata Direktur IT, Operation and Digital Banking BTN Andi Nirwoto alam keterangan tertulisnya, Jumat (9/7/2021).



Bank BTN juga menambah fitur Cardless Withdrawal, dimana nasabah dapat melakukan transaksi tarik tunai tanpa kartu di ATM, serta QRIS, fitur yang memudahkan nasabah bertransaksi dengan memindai QR Code melalui aplikasi mobile banking BTN.

Dalam catatan Bank BTN, transaksi lewat e-channel seperti mobile banking makin diminati nasabah. Hal ini dibuktikan dengan total transaksi perbankan tahun lalu yang mencapai lebih dari 200 juta transaksi, 96%-nya dilakukan melalui e-channel, salah satunya mobile banking.

Khusus mobile banking BTN yang tahun lalu telah dipoles ulang, Bank BTN mencatat penambahan pengguna baru, per Mei 2021 tercatat mencapai 1,63 juta pengguna atau naik 26% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 1,29 juta pengguna.

Seiring dengan peningkatan pengguna mobile banking, jumlah transaksi pun melonjak hingga 53% menjadi 54 juta transaksi pada bulan Mei 2021, padahal pada bulan Mei 2020 hanya mencapai 35,8 juta transaksi.

“Adapun jumlah transaksi , di mobile banking mayoritas untuk transaksi top up dompet digital seperti LInkAja, OVO dan Gopay, selain transaksi pembayaran layanan telekomunikasi,” kata Andi.
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1439 seconds (10.55#12.26)