Luhut Sebut, Oktober Jokowi Akan Groundbreaking Kawasan Industri Hijau Terbesar

Selasa, 13 Juli 2021 - 15:46 WIB
loading...
Luhut Sebut, Oktober...
Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Indonesia diperkirakan bakal menerima investasi total sebesar USD60 miliar atau setara Rp864 triliun (kurs Rp14.400) dalam enam tahun ke depan.

Setidaknya sekitar USD31 miliar telah dilakukan tanda tangan kesepakatan. Sejumlah negara seperti Tiongkok, Australia, dan lainnya akan turut menginvestasikan dananya ke Indonesia.

"Total USD60 miliar, yang sudah kita tandatanganni USD31 miliar dan ini kerja sama ada macam-macam perusahaan, ada dari Tiongkok, Australia, dan lainnya," kata Luhut dalam sebuah tayangan televisi swasta di Jakarta, Selasa (13/7/2021).

Baca juga:Disebut Terpapar COVID-19, UAS: Jin Kafir, Hantu, Setan Senang Kali Kalau Saya Sakit

Luhut menyebut bahwa pemerintah berencana untuk merealisasikan proyek besar, yaitu Green Industrial Park, atau proyek kawasan industri hijau di Kalimantan Utara. Proyek ini disebut-sebut sebagai proyek industri hijau terbesar di dunia.

"Kami akan groundbreaking itu bulan Oktober di Kalimantan Utara. Itu industri yang berbasis green energy. Nah itu akan groundbreaking oleh Presiden. Sedang kita upayakan betul karena presiden minta itu supaya bisa September, mungkin Oktober-lah karena ada Covid-19," jelasnya.

Seperti diketahui, agenda ini merupakan kelanjutan dari proyek strategis nasional Presiden Joko Widodo yang ingin mengembangkan kawasan industri di Kalimantan Utara dengan memanfaatkan tenaga hidro atau air.

"Saya kira itu proyek besar, akan ada Green Industrial Park, the biggest green industrial park. Di situ mungkin kita akan dekat sampai 20-30 ribu hektare itu. Saya pikir itu energi dari hydro power," kata Luhut.

Bicara soal rencana investasi yang masuk, Luhut juga menarget dana yang masuk di Indonesia diperkirakan mencapai Rp900 triliun. "Terkait mengenai investasi, kita punya target memang 2021 ini target kita agak sedikit dikoreksi jadi Rp900 triliun yang terdiri dari Rp469 triliun modal asing, dan Rp430 triliun dari dalam negeri.

Luhut memaparkan bahwa hingga Maret 2021, capaian realisasi target penanaman modal angkanya masih cukup bagus. "Capaian realisasi target penanaman modal 20201 saya kira cukup bagus, (yaitu) 24,4% persen dan berdasarkan jenisnya, PMA (asing) mencatat pencapaian sebesar 23,8%. Kemudian PMDN (dalam negeri) sebesar 25,1%. Jadi secara pertumbuhan PMA mencatat pertumbuhan sebesar 14% year on year (yoy).

Menurut Luhut, pemerintah pada mulanya telah melihat ada rebound pada kuartal I-II. Tetapi berubah lantaran ada kenaikan gelombang baru Covid-19.

Baca juga:Kasus Covid-19 Meningkat, Lab UGM Maksimalkan Pemeriksaan Sampel Covid-19

Terkait proyek strategis, Luhut mengonfirmasi bahwa sejumlah industri masih berjalan, seperti Hyundai dan LG yang memiliki nilai investasi USD10,3 miliar untuk produksi Hyundai Electric Car dan baterai lithium. Industri pabrik baterai lithium dengan teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL) dengan nilai yang diperkirakan mencapai USD3,7 miliar menurut Luhut juga berjalan baik.

"Banyaknya investasi besar itu ada di Indonesia Timur. Itu sangat membantu kita. Saya baru meninjau 2 minggu lalu ke sana sebelum diperintahkan Presiden utuk mengurusi ini. Mereka sudah ada satu yang produksi, satu lagi sedang under-construction. Dan itu semua jalan dengan baik," ungkapnya.

Tak ketinggalan, Luhut juga menyinggung sektor listrik, gas, dan air yang memiliki proporsi angka yang cukup besar juga berjalan dengan baik.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Tertipu, Waspadai Contoh Modus Investasi Ilegal Ini
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
KSP Dudung Cek Progres...
KSP Dudung Cek Progres MRT Jakarta Fase 2A, Siap Beroperasi 2027
Pemerintah Evaluasi...
Pemerintah Evaluasi Program Prioritas, Bakom RI: Waspadai Disinformasi
Rekomendasi
Makanan Panas Disantap...
Makanan Panas Disantap dengan Sendok Plastik, Apa Dampaknya bagi Tubuh?
Kejati DKI Tahan 3 Tersangka...
Kejati DKI Tahan 3 Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Kementerian PU
Menembus Lima Abad Sejarah...
Menembus Lima Abad Sejarah Jakarta dari Kamar House of Tugu di Kota Tua
Berita Terkini
IHSG Sesi Siang Berbalik...
IHSG Sesi Siang Berbalik Meroket 2,69% Tembus Level 6.041
Tren Industri Olahraga...
Tren Industri Olahraga Jadi Peluang Bisnis Asuransi
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan di Posisi Rp2.655.000 per Gram, Saatnya Beli?
Tiket Pesawat Kelas...
Tiket Pesawat Kelas Ekonomi Bebas PPN hingga 5 Juli 2026, Ayo Liburan!
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.873, Asing Net Sell Rp1,17 Triliun
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Infografis
Jokowi Akan Anugerahkan...
Jokowi Akan Anugerahkan Satyalancana ke Gibran dan Bobby
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved