Indonesia Masih Lahap Barang Impor dari China
Kamis, 15 Juli 2021 - 16:31 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga:Kejagung Lelang 3 Kondotel di Bali Terkait Korupsi Eks Kadishub DKI Udar Pristono
Dilihat dari perkembangannya terhadap Mei 2021, peningkatan terbesar dialami oleh mesin dan perlengkapan mekanis senilai USD506,7juta (28,31% ), diikuti oleh besi dan baja USD257,3 juta (29,27% ), plastik dan barang dari plastik USD195,7 juta (26,96%), serealia USD192,8 juta (79,99%), dan logam mulia, perhiasan/permata USD161,2 juta (153,03%).
Bijih, terak, dan abu logam merupakan golongan barang yang mengalami penurunan terbesar, yaitu USD126,8 juta (53,48%), diikuti oleh bahan bakar mineral USD52,7 juta (20,65%), buah-buahan USD45,8 juta (32,71%), sayuran USD28,7 juta (29,95%), dan ampas/sisa industri makanan USD12,2 juta (3,59% ).
Dilihat dari perkembangannya terhadap Mei 2021, peningkatan terbesar dialami oleh mesin dan perlengkapan mekanis senilai USD506,7juta (28,31% ), diikuti oleh besi dan baja USD257,3 juta (29,27% ), plastik dan barang dari plastik USD195,7 juta (26,96%), serealia USD192,8 juta (79,99%), dan logam mulia, perhiasan/permata USD161,2 juta (153,03%).
Bijih, terak, dan abu logam merupakan golongan barang yang mengalami penurunan terbesar, yaitu USD126,8 juta (53,48%), diikuti oleh bahan bakar mineral USD52,7 juta (20,65%), buah-buahan USD45,8 juta (32,71%), sayuran USD28,7 juta (29,95%), dan ampas/sisa industri makanan USD12,2 juta (3,59% ).
(uka)
Lihat Juga :