MNC Sekuritas: Pekan Depan, IHSG Berpeluang di Kisaran 5.985-6.134
Jum'at, 16 Juli 2021 - 19:48 WIB
loading...
FOTO/MNC Media
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah menyebutkan bahwa pemberlakuan PPKM darurat bisa diperpanjang hingga 6 pekan. Hal ini memicu sentimen negatif bagi pasar keuangan dalam negeri. Mengawali pekan ini, IHSG ditutup menguat +0,64% ke level 6.078,57 pada perdagangan hari Senin (12/07/2021) diikuti dengan net foreign buy mencapai Rp872,43 miliar. IHSG menguat didorong penguatan dari sektor kesehatan sebesar +3,29%, diikuti oleh non-siklikal +1,51%. Di sisi lain, sektor teknologi melemah -2,25%, diikuti oleh sektor transportasi -1,69%.
Indonesia memimpin peningkatan kasus COVID-19 global dengan rekor peningkatan 40.427 kasus per hari. Tingginya angka penularan membutuhkan tambahan dana APBN untuk penanganan COVID-19. Sementara, nilai tukar rupiah melemah di Rp14.492. Pada perdagangan hari ke-2 minggu ini, Selasa (13/07/2021), IHSG ditutup melemah -1,10% ke level 6.012,03 sementara net foreign buy mencapai Rp211,47 miliar.
Baca Juga: MNC Group dan Kemenkes Gelar Vaksinasi untuk Pekerja Media di KKP Tanjung Priok
Research Analyst MNC Sekuritas Rifqi Ramadhan mengungkapkan bahwa IHSG ditutup melemah -0,55% ke level 5.979,22 pada perdagangan hari Rabu (14/07/2021) sementara net foreign buy mencapai Rp179,37 miliar.
“IHSG melemah didorong oleh penurunan dari sektor industrial sebesar -2,47%, diikuti oleh properti -1,52%. Di sisi lain sektor teknologi menguat +1,33% diikuti dengan sektor transportasi +0,89%," jelas Rifqi.
Menurut Rifqi, hal ini berkaitan dengan pasca pidato Gubernur Federal Reserve Jerome Powell yang menyatakan bahwa, saat ini fokus dari bank sentral ialah kebutuhan untuk meningkatkan tingkat pertumbuhan tenaga kerja yang berkelanjutan.
Rifqi menambahkan IHSG ditutup menguat +1,13% ke level 6.046,75 pada perdagangan hari Kamis (15/07/2021) diikuti dengan net foreign buy mencapai Rp555,34 miliar. IHSG menguat didorong oleh kenaikan dari sektor industrial sebesar +2,07%, diikuti oleh sektor keuangan +1,81%.
Indonesia memimpin peningkatan kasus COVID-19 global dengan rekor peningkatan 40.427 kasus per hari. Tingginya angka penularan membutuhkan tambahan dana APBN untuk penanganan COVID-19. Sementara, nilai tukar rupiah melemah di Rp14.492. Pada perdagangan hari ke-2 minggu ini, Selasa (13/07/2021), IHSG ditutup melemah -1,10% ke level 6.012,03 sementara net foreign buy mencapai Rp211,47 miliar.
Baca Juga: MNC Group dan Kemenkes Gelar Vaksinasi untuk Pekerja Media di KKP Tanjung Priok
Research Analyst MNC Sekuritas Rifqi Ramadhan mengungkapkan bahwa IHSG ditutup melemah -0,55% ke level 5.979,22 pada perdagangan hari Rabu (14/07/2021) sementara net foreign buy mencapai Rp179,37 miliar.
“IHSG melemah didorong oleh penurunan dari sektor industrial sebesar -2,47%, diikuti oleh properti -1,52%. Di sisi lain sektor teknologi menguat +1,33% diikuti dengan sektor transportasi +0,89%," jelas Rifqi.
Menurut Rifqi, hal ini berkaitan dengan pasca pidato Gubernur Federal Reserve Jerome Powell yang menyatakan bahwa, saat ini fokus dari bank sentral ialah kebutuhan untuk meningkatkan tingkat pertumbuhan tenaga kerja yang berkelanjutan.
Rifqi menambahkan IHSG ditutup menguat +1,13% ke level 6.046,75 pada perdagangan hari Kamis (15/07/2021) diikuti dengan net foreign buy mencapai Rp555,34 miliar. IHSG menguat didorong oleh kenaikan dari sektor industrial sebesar +2,07%, diikuti oleh sektor keuangan +1,81%.
Lihat Juga :