Perkuat Posisi di Asia Pasifik, GBG Angkat 3 Punggawa Baru
Kamis, 15 Juli 2021 - 22:45 WIB
loading...
Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - GBG , perusahaan teknologi global dalam bidang identitas digital, yang membantu berbagai perusahaan mencegah fraud dan memenuhi syarat kepatuhan, mengumumkan penunjukkan Bernardi Susastyo sebagai general manager of Asia, Shekhar Bhagat sebagai head of alliances of Asia Pacific (APAC) dan Ng Han Liong sebagai head of presales of Southeast Asia (SEA) untuk mendorong pertumbuhan bisnis GBG dan inovasi di wilayah ini.
Bulan lalu, GBG mencatat rekor kinerja finansial, keuntungan dan kepuasan pelanggan, dengan meraih pertumbuhan pendapatan organik yang konstan dari tahun ke tahun setinggi 12,1% antara tahun fiskal 2020 ke 2021. Untuk mendorong momentum pertumbuhan ini lebih jauh lagi, penunjukan eksekutif senior bakal membantu penetrasi layanan ke berbagai pasar penting di wilayah Asia-Pasifik.
Selain penunjukan eksekutif, perusahaan juga akan terus berinvestasi dalam tenaga kerja serta merekrut lebih dari 100 posisi secara global, dan 42% adalah tenaga kerja di wilayah Asia-Pasifik.
Pandemi Covid-19 telah mengakselerasi digitalisasi di wilayah ini, dan berdampak pada melonjaknya populasi digital. Di Asia Tenggara saja, lebih dari 40 juta pengguna mendapat akses online pada 2020.
Baca juga:Cynthiara Alona Ngaku Enggak Pernah Tahu Hotelnya Jadi Sarang Prostitusi Online
Dengan hadirnya ekonomi digital-first ini maka institusi-institusi finansial membutuhkan upaya yang lebih canggih agar dapat menangani volume yang meningkat, mengatasi fraud, kejahatan finansial, serta ancaman siber yang semakin kompleks.
Bulan lalu, GBG mencatat rekor kinerja finansial, keuntungan dan kepuasan pelanggan, dengan meraih pertumbuhan pendapatan organik yang konstan dari tahun ke tahun setinggi 12,1% antara tahun fiskal 2020 ke 2021. Untuk mendorong momentum pertumbuhan ini lebih jauh lagi, penunjukan eksekutif senior bakal membantu penetrasi layanan ke berbagai pasar penting di wilayah Asia-Pasifik.
Selain penunjukan eksekutif, perusahaan juga akan terus berinvestasi dalam tenaga kerja serta merekrut lebih dari 100 posisi secara global, dan 42% adalah tenaga kerja di wilayah Asia-Pasifik.
Pandemi Covid-19 telah mengakselerasi digitalisasi di wilayah ini, dan berdampak pada melonjaknya populasi digital. Di Asia Tenggara saja, lebih dari 40 juta pengguna mendapat akses online pada 2020.
Baca juga:Cynthiara Alona Ngaku Enggak Pernah Tahu Hotelnya Jadi Sarang Prostitusi Online
Dengan hadirnya ekonomi digital-first ini maka institusi-institusi finansial membutuhkan upaya yang lebih canggih agar dapat menangani volume yang meningkat, mengatasi fraud, kejahatan finansial, serta ancaman siber yang semakin kompleks.
Lihat Juga :