Kenaikan Kasus Covid-19 Imbas Pemerintah Meningkatkan Testing Harian
Sabtu, 17 Juli 2021 - 19:12 WIB
loading...
Ilustrasi. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 pada Kamis (15/7) menembus angka 56.757 meningkat dibandingkan sehari sebelumnya 54.517 kasus. Sementara jumlah kasus positif pada Jumat (16/7) mencapai 54.000 kasus mayoritas penularan terjadi di Pulau Jawa
"Kalau kita lihat dari 34 provinsi, kenaikan kasus terjadi di 13 provinsi. Memang yang 11 provinsi itu menurun, yang lain cenderung angkanya lebih sama dengan 1 hari sebelumnya," ujar Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi.
Baca Juga: Kasus Covid-19 di Indonesia Bertambah 54.000 Sehari, DKI Jakarta Tertinggi
Menurut dia kenaikan angka kasus ini merupakan salah satu dampak dari usaha pemerintah menaikkan angka testing harian. Jika dibandingkan dengan sehari sebelumnya maka positivity rate menurun dan ini sejalan dengan jumlah testing yang dilakukan. "Jumlah orang yang dilakukan tes sudah sampai 182.000 orang. Di sisi lain tentunya dilihat kasus sembuh sebanyak 19.000. Ini juga naik dibandingkan sehari sebelumnya," ujar dr. Nadia.
Dia menjelaskan, jika dilihat jumlah kasus yang ditemukan, hampir 3-4 kali lipat dibandingkan puncak kasus yang ditemukan pada Desember 2020 dan Januari 2021 lalu. Artinya, saat ini jumlah testing memang ditingkatkan dan pada Desember 2020 dan Januari 2021 memang masih terbatas penggunaan seperti rapid antigen untuk diagnosis atau mendeteksi orang yang sakit.
"Saat ini dengan kombinasi pemeriksaan menggunakan PCR dan rapid antigen, kita bertujuan agar dapat segera menemukan orang sakit supaya kemudian bisa dipisahkan dari orang yang sehat, sehingga tidak ada penularan lagi pada orang di sekitarnya," ujarnya.
Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI) Hermawan Saputra menilai wajar terjadi peningkatan angka positif seiring dengan dilakukannya peningkatan testing dan kapasitas testing memang harus terus ditingkatkan. Jadi sekarang kasus aktif kita berdasarkan data ada 480.000 lebih dan kasus suspectnya lebih dari 200.000. Jadi kurang lebih ada 680.000 yang jumlahnya probable to case sebenarnya.
"Kalau kita lihat dari 34 provinsi, kenaikan kasus terjadi di 13 provinsi. Memang yang 11 provinsi itu menurun, yang lain cenderung angkanya lebih sama dengan 1 hari sebelumnya," ujar Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi.
Baca Juga: Kasus Covid-19 di Indonesia Bertambah 54.000 Sehari, DKI Jakarta Tertinggi
Menurut dia kenaikan angka kasus ini merupakan salah satu dampak dari usaha pemerintah menaikkan angka testing harian. Jika dibandingkan dengan sehari sebelumnya maka positivity rate menurun dan ini sejalan dengan jumlah testing yang dilakukan. "Jumlah orang yang dilakukan tes sudah sampai 182.000 orang. Di sisi lain tentunya dilihat kasus sembuh sebanyak 19.000. Ini juga naik dibandingkan sehari sebelumnya," ujar dr. Nadia.
Dia menjelaskan, jika dilihat jumlah kasus yang ditemukan, hampir 3-4 kali lipat dibandingkan puncak kasus yang ditemukan pada Desember 2020 dan Januari 2021 lalu. Artinya, saat ini jumlah testing memang ditingkatkan dan pada Desember 2020 dan Januari 2021 memang masih terbatas penggunaan seperti rapid antigen untuk diagnosis atau mendeteksi orang yang sakit.
"Saat ini dengan kombinasi pemeriksaan menggunakan PCR dan rapid antigen, kita bertujuan agar dapat segera menemukan orang sakit supaya kemudian bisa dipisahkan dari orang yang sehat, sehingga tidak ada penularan lagi pada orang di sekitarnya," ujarnya.
Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI) Hermawan Saputra menilai wajar terjadi peningkatan angka positif seiring dengan dilakukannya peningkatan testing dan kapasitas testing memang harus terus ditingkatkan. Jadi sekarang kasus aktif kita berdasarkan data ada 480.000 lebih dan kasus suspectnya lebih dari 200.000. Jadi kurang lebih ada 680.000 yang jumlahnya probable to case sebenarnya.
Lihat Juga :