Kemampuan Bahasa Asing Masih Kendala Utama Daya Saing SDM Kesehatan RI di Luar Negeri
Rabu, 12 Februari 2025 - 19:15 WIB
loading...
Kemampuan berbahasa asing, terutama bahasa Inggris, masih menjadi kendala utama daya saing sumber daya manusia (SDM) Indonesia di bidang kesehatan yang bekerja di luar negeri. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kemampuan berbahasa asing, terutama bahasa Inggris , masih menjadi kendala utama daya saing sumber daya manusia (SDM) Indonesia di bidang kesehatan yang bekerja di luar negeri.
Menurut Direktur Jenderal SDM Kesehatan Kementerian Kesehatan ( Kemenkes ) Yuli Farianti, penguasaan bahasa Jepang tenaga kesehatan Indonesia masih tertinggal dibandingkan SDM dari Filipina dan Vietnam, yang merupakan kompetitor utama RI. Bahasa Inggris yang belum optimal juga berdampak pada kompetensi mereka di pasar global.
Baca Juga: Tingkatkan Daya Saing Melalui Produktivitas
Selain Filipina dan Vietnam, Malaysia dan Singapura juga menjadi pesaing ketat bagi tenaga kesehatan profesional Indonesia. Untuk mengatasi tantangan ini, Kemenkes bekerja sama dengan Yayasan Binawan guna meningkatkan kompetensi SDM kesehatan Indonesia, baik yang akan bekerja di luar negeri maupun di dalam negeri.
”Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat daya saing SDM kesehatan nasional agar mampu bersaing dengan tenaga kesehatan dari negara lain,” kata Yuli seusai penandatanganan kerja sama dengan Yayasan Binawan di Jakarta, Rabu (12/2/2025).
Menurut Direktur Jenderal SDM Kesehatan Kementerian Kesehatan ( Kemenkes ) Yuli Farianti, penguasaan bahasa Jepang tenaga kesehatan Indonesia masih tertinggal dibandingkan SDM dari Filipina dan Vietnam, yang merupakan kompetitor utama RI. Bahasa Inggris yang belum optimal juga berdampak pada kompetensi mereka di pasar global.
Baca Juga: Tingkatkan Daya Saing Melalui Produktivitas
Selain Filipina dan Vietnam, Malaysia dan Singapura juga menjadi pesaing ketat bagi tenaga kesehatan profesional Indonesia. Untuk mengatasi tantangan ini, Kemenkes bekerja sama dengan Yayasan Binawan guna meningkatkan kompetensi SDM kesehatan Indonesia, baik yang akan bekerja di luar negeri maupun di dalam negeri.
”Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat daya saing SDM kesehatan nasional agar mampu bersaing dengan tenaga kesehatan dari negara lain,” kata Yuli seusai penandatanganan kerja sama dengan Yayasan Binawan di Jakarta, Rabu (12/2/2025).
Lihat Juga :