Wahai Pelaku Industri Konten, Menteri Erick: Jangan Takut, Nanti Uangnya Dicariin

Minggu, 18 Juli 2021 - 16:15 WIB
loading...
Wahai Pelaku Industri Konten, Menteri Erick: Jangan Takut, Nanti Uangnya Dicariin
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, kita bikin roadmap ekonomi kreatif dulu, jangan takut, nanti uangnya dicariin. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mengimbau, kepada para pelaku ekonomi kreatif untuk tidak takut bergeliat mengekspresikan kreativitas di tengah pandemi. Mantan Bos Inter Milan itu juga menyatakan, siap untuk mencarikan dana agar komunitas, para pelaku industri konten bisa terus bertahan hidup.

"Supaya komunitas di bawahnya hidup, saya setuju industri konten ini akan menjadi lokomotif. Kita bikin roadmapnya dulu, jangan takut, nanti uangnya dicariin," kata Erick Thohir dalam diskusi Indonesia Creative Cities Network (ICCN) ’Jatim Obah Bareng’.

Baca Juga: Pemerintah Dorong Pelaku Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Lakukan Vaksinasi

Menurutnya nilai kreativitas sudah menjadi pondasi dari masyarakat Indonesia selain market yang besar, dan generasi muda sebagai pembawa tren di media sosial. Erick meminta agar para pembuat konten bisa terus menjadi lokomotif industri dan komunitas yang ada di daerah masing-masing.

Seperti diketahui, sebagian besar industri kreatif menjadi sektor yang terkena dampak pandemi Covid-19. Ia juga mengingatkan, perlunya roadmaps bersama untuk mengidentifikasi industri apa saja yang masih dan akan terus bertahan di masa pandemi.

"Kita harus buat roadmap bersama, kenapa, kalo kita tidak tahu saat penanganan Covid atau pasca-Covid industri (kreatif) apa yang hidup, maka akan jadi hal yang mubazir kalau kita habis-habisan investasi di situ," ungkapnya.

Baca Juga: Cara Kreatif Bikin Konten lewat Smartphone Selama PPKM

Pemetaan per daerah, menurut Erick penting dilakukan untuk meliihat potensi ekosistem market. "Kondisi kayak gini, kita akan melihat mapping per pulau per kota, karena masing-masing beda, tidak bisa semua kota dipaksain. Mungkin ada satu kota yang menjadi production centre, ada satu kota yang jadi market center," tambahnya.
(akr)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1136 seconds (10.101#12.26)