KTT G20 Woman Leader Summit, Dr Jessica Widjaja Prioritaskan Digitalisasi Ekonomi
Minggu, 18 Juli 2021 - 23:13 WIB
loading...
A
A
A
"Ini merupakan momen Konferensi W20 yang sangat berharga. Saya ingin mengucapkan terimakasih banyak kepada G20 Sherpa Ambassador Luigi Mattiolo, Presidensi W20 Sherpa Italy Matina Rogato dan Presidensi W20 Sebelumnya Salma Alrashid," pujinya.
Menurut pengusaha wanita muda ini, Adalah kerja luar biasa dapat merealisasikan Konferensi ini di Masa Pandemi.
"Tentunya W20 harus memberikan kontribusi terbaiknya untuk turut menyelesaikan Pandemi secepatnya. Hari ini akan menjadi pembelajaran berharga bagi kami Indonesia, dimana tahun depan kami akan menjadi tuan rumah Konferensi W20 2022 di negara kami. Semoga kami bisa menyelenggarakanya di Bali, karena kami dengan senang hati ingin menunjukan wajah terbaik Indonesia pada Dunia!," serunya.
Salah satu fokus dalam penyampaian materi Jessica di hadapan peserta-peserta Pemimpin Wanita Dunia adalah bagaimana menjadikan Digitalisasi Ekonomi sebagai langkah Wanita memberi solusi keluar dari pandemi.
"Kita semua memahami bagaimana ekonomi kita tetap berjalan, meski terjadi penurunan karena ditopang oleh sistim digital. Hal ini yang tidak dimiliki pada kasus flu spanyol di era 1900-an," terang pengusaha muda wanita yang juga memiliki bisnis startup ini.
Menurut pengusaha wanita muda ini, Adalah kerja luar biasa dapat merealisasikan Konferensi ini di Masa Pandemi.
"Tentunya W20 harus memberikan kontribusi terbaiknya untuk turut menyelesaikan Pandemi secepatnya. Hari ini akan menjadi pembelajaran berharga bagi kami Indonesia, dimana tahun depan kami akan menjadi tuan rumah Konferensi W20 2022 di negara kami. Semoga kami bisa menyelenggarakanya di Bali, karena kami dengan senang hati ingin menunjukan wajah terbaik Indonesia pada Dunia!," serunya.
Salah satu fokus dalam penyampaian materi Jessica di hadapan peserta-peserta Pemimpin Wanita Dunia adalah bagaimana menjadikan Digitalisasi Ekonomi sebagai langkah Wanita memberi solusi keluar dari pandemi.
"Kita semua memahami bagaimana ekonomi kita tetap berjalan, meski terjadi penurunan karena ditopang oleh sistim digital. Hal ini yang tidak dimiliki pada kasus flu spanyol di era 1900-an," terang pengusaha muda wanita yang juga memiliki bisnis startup ini.
Lihat Juga :