Putuskan Perpanjangan PPKM Darurat, Luhut Minta Saran UI, UGM hingga para Dokter
Selasa, 20 Juli 2021 - 12:37 WIB
loading...
Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan. FOTO/MNC Media
A
A
A
JAKARTA - Koordinator PPKM Darurat Jawa Bali Luhut Binsar Panjaitan menyatakan sebelum pengambilan keputusan terkait perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pihaknya meminta saran berbagai pihak. Tak terkecuali para akademisi hingga para dokter.
Sebagaimana diketahui PPKM Darurat Jawa Bali berlaku 3-20 Juli 2021. Meski demikian hingga kini belum mengumumkan apakah pembatasan masa akan diperpanjang. "Ini semua, kami mendengarkan banyak orang. Kami mendengarkan guru besar FK UI, asosiasi profesi kedokteran, Universitas Airlangga, UGM, dan lainnya," ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi , Selasa (20/7/2021).
Baca Juga:Hari Ini PPKM Darurat Berakhir, Gubernur Khofifah: Tunggu Pemerintah Pusat
Dia juga mencatat, dalam situasi saat ini ada beberapa yang perlu diketahui dan dipahami masyarakat. Pertama adalah penanganan di hulu yakni diperlukannya dukungan masyarakat. "Yaitu bagaimana mereka bisa patuh pada protokol kesehatan. Saya tidak minta 100 persen, kalau 60 persen saja sudah luar biasa,“ katanya.
Kedua, terkait dengan kebutuhan serta pemenuhan oksigen, obat, tenaga kesehatan (nakes), tempat tidur, serta vaksinasi. Ketiga, pengetahuan tentang jenis virus delta atau Covid-19. Ia memandang sisi kebutuhan oksigen hingga vaksinasi hingga saat ini masih dapat dikendalikan dengan baik.
Sebagaimana diketahui PPKM Darurat Jawa Bali berlaku 3-20 Juli 2021. Meski demikian hingga kini belum mengumumkan apakah pembatasan masa akan diperpanjang. "Ini semua, kami mendengarkan banyak orang. Kami mendengarkan guru besar FK UI, asosiasi profesi kedokteran, Universitas Airlangga, UGM, dan lainnya," ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi , Selasa (20/7/2021).
Baca Juga:Hari Ini PPKM Darurat Berakhir, Gubernur Khofifah: Tunggu Pemerintah Pusat
Dia juga mencatat, dalam situasi saat ini ada beberapa yang perlu diketahui dan dipahami masyarakat. Pertama adalah penanganan di hulu yakni diperlukannya dukungan masyarakat. "Yaitu bagaimana mereka bisa patuh pada protokol kesehatan. Saya tidak minta 100 persen, kalau 60 persen saja sudah luar biasa,“ katanya.
Kedua, terkait dengan kebutuhan serta pemenuhan oksigen, obat, tenaga kesehatan (nakes), tempat tidur, serta vaksinasi. Ketiga, pengetahuan tentang jenis virus delta atau Covid-19. Ia memandang sisi kebutuhan oksigen hingga vaksinasi hingga saat ini masih dapat dikendalikan dengan baik.
Lihat Juga :