Banyak Risiko, Pemulihan Ekonomi Global Diramal Tidak Merata
Rabu, 21 Juli 2021 - 16:56 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Disepelekan, 3 Vaksin Buatan Thailand Justru Mampu Redam Keganasan Delta
Lebih lanjut, Menkeu mengungkapkan, kenaikan inflasi Amerika Serikat (AS) telah terjadi dalam 2 bulan berturut-turut hingga di atas 5%. Angka ini jauh dari target yang dipatok 2%. Kondisi ini bisa memukul daya beli masyarakat, terutama kelas menengah bawah dan mengancam pemulihan global.
"Selain itu, menimbulkan proyeksi kapan Fed (bank sentral AS) merespon kenaikan inflasi tersebut dengan kenaikan suku bunga atau tapering off terhadap kebijakan yaitu mengurangi pembelian aset dan surat berharga pada perekonomian," tuturnya.
Lebih lanjut, Menkeu mengungkapkan, kenaikan inflasi Amerika Serikat (AS) telah terjadi dalam 2 bulan berturut-turut hingga di atas 5%. Angka ini jauh dari target yang dipatok 2%. Kondisi ini bisa memukul daya beli masyarakat, terutama kelas menengah bawah dan mengancam pemulihan global.
"Selain itu, menimbulkan proyeksi kapan Fed (bank sentral AS) merespon kenaikan inflasi tersebut dengan kenaikan suku bunga atau tapering off terhadap kebijakan yaitu mengurangi pembelian aset dan surat berharga pada perekonomian," tuturnya.
(ind)
Lihat Juga :