Sampai Oktober, BNI Akan Buyback Saham Rp1,7 Triliun
Kamis, 22 Juli 2021 - 08:35 WIB
loading...
BNI berencana melakukan buyback saham dari 22 Juli hingga 21 Oktober 2021. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham senilai Rp1,7 triliun. Rencana tersebut telah mendapatkan restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 14 Juli 2021.
Dikutip dari keterbukaan informasi BEI, jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari modal disetor dan paling sedikit saham yang beredar adalah 7,5% dari modal disetor Perseroan. Adapun pembelian kembali saham akan dilaksanakan selama periode tiga bulan terhitung sejak tanggal 22 Juli 2021 sampai dengan 21 Oktober 2021.
Baca Juga: Kuartal II/2021, Pengguna The New BNI Mobile Banking Tumbuh 56,82%
"Perseroan meyakini bahwa pembelian kembali saham tidak mempengaruhi kondisi keuangan karena sampai dengan saat ini perseroan mempunyai modal yang memadai untuk membiayai kegiatan usaha perseroan," ungkap manajemen BNI dalam keterangan kepada BEI yang dikutip, Kamis (22/7/2021).
Manajemen BNI menjelaskan, di tengah lonjakan kasus positif Covid-19 yang sedang terjadi dan kembali menembus level di atas 10.000 kasus per hari sejak 17 Juni 2021, IHSG cenderung bergerak fluktuatif dan berdampak pada saham BNI yang mengalami penurunan signifikan 25% (year to date) ke level Rp4.630 per 30 Juni 2021.
Dikutip dari keterbukaan informasi BEI, jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari modal disetor dan paling sedikit saham yang beredar adalah 7,5% dari modal disetor Perseroan. Adapun pembelian kembali saham akan dilaksanakan selama periode tiga bulan terhitung sejak tanggal 22 Juli 2021 sampai dengan 21 Oktober 2021.
Baca Juga: Kuartal II/2021, Pengguna The New BNI Mobile Banking Tumbuh 56,82%
"Perseroan meyakini bahwa pembelian kembali saham tidak mempengaruhi kondisi keuangan karena sampai dengan saat ini perseroan mempunyai modal yang memadai untuk membiayai kegiatan usaha perseroan," ungkap manajemen BNI dalam keterangan kepada BEI yang dikutip, Kamis (22/7/2021).
Manajemen BNI menjelaskan, di tengah lonjakan kasus positif Covid-19 yang sedang terjadi dan kembali menembus level di atas 10.000 kasus per hari sejak 17 Juni 2021, IHSG cenderung bergerak fluktuatif dan berdampak pada saham BNI yang mengalami penurunan signifikan 25% (year to date) ke level Rp4.630 per 30 Juni 2021.
Lihat Juga :