Kesadaran Menggunakan BBM Kualitas Tinggi Terus Meningkat

loading...
Kesadaran Menggunakan BBM Kualitas Tinggi Terus Meningkat
Ilustrasi. FOTO/SINDOnews
JAKARTA - Konsumsi BBM berkualitas tinggi belakangan ini cenderung meningkat. Berdasarkan laporan, konsumsi Pertamax Series dan Dex Series berada di atas angka 11 persen sedangkan penggunaan BBM dengan oktan paling rendah berada di bawah 10 persen.

Ketua Ikatan Ahli Bahan Bakar Indonesia Iman Kartolaksono Reksowardojo menilai positif peningkatan BBM kualitas tinggi yang dibarengi dengan penurunan konsumsi BBM RON rendah. Guna meningkatkan konsumsi BBM RON tinggi penggendara harus terus diberikan edukasi terkait dampak menggunakan BBM kualitas tinggi serta bahaya menggunakan BBM kualitas rendah.

"Penggunaan BBM oktan rendah, selain menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan juga dalam kasus ekstrim bisa merusak mesin, membuat piston berlubang, serta menurunkan efisiensi dan menaikkan emisi gas buang pada kendaraan," kata dia, Kamis (21/7/2021).

Baca Juga: Ingin Pertamax Tambah Merakyat? Segera Hapus BBM Oktan Rendah

Menurut dia kabar peningkatan konsumsi BBM kualitas tinggi cukup menggemberikan, artinya kesadaran masyarakat sudah mulai terbangun dengan baik. Keunggulan lain BBM RON tinggi tahan terhadap temperatur dan tekanan tinggi, untuk tidak menyala dengan sendirinya. "Dengan demikian, pembakaran yang terjadi pada BBM oktan tinggi, hanya berasal dari api busi. Bukan karena temperatur dan tekanan yang tinggi yang berasal bukan dari busi," ujarnya.

Kebanyakan kasus, kata Iman, BBM RON rendah memang menjadi penyebab knocking. Secara termodinamika, knocking terjadi karena BBM RON rendah tidak tahan terhadap tekanan atau temperatur tinggi, sehingga BBM bisa terbakar sebelum waktunya untuk dinyalakan api dari busi. Pemakaian BBM RON rendah juga, lanjut Iman, juga terjadi meski kendaraan dilengkapi dengan articial intelligence (AI).



Meski pemrograman AI akan membuat mesin lebih fleksibel terhadap kualitas BBM yang dikonsumsi, namun pada dasarnya BBM RON rendah merugikan, terutama dalam jangka panjang. "Tetapi tetap saja ada batasnya. Dan konsuensinya terhadap kinerja yang menurun, efisensi menurun, dan emisi memburuk," kata Iman yang juga anggota Komite Teknis Bahan Bakar Fosil dan Nabati itu.

Untuk itu, Imam mengingatkan pentingnya menggunakan BBM dengan angka oktan tinggi, tidak hanya bagi kendaraan roda empat, namun juga sepeda motor. Karena spesifikasi mesin kendaraan keluaran terbaru memang dirancang untuk BBM dengan RON yang tinggi.

"Kalau mesinnya dirancang untuk oktan tinggi maka harus mempergunakan BBM dengan angka oktan tinggi. Jika tidak, maka akan terjadi off-design operation atau operasi mesin di luar perancangan," jelas dia.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top