Pandemi Bikin Luhut Sadar, RI Selama Ini Gelayutan ke Negara Lain

loading...
Pandemi Bikin Luhut Sadar, RI Selama Ini Gelayutan ke Negara Lain
Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pada akhirnya kita harus produksi sendiri saja, jadi tidak perlu dan mesti import-import lagi. Foto/Dok
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah akan melakukan optimalisasi dan meningkatkan produksi dalam negeri khususnya di bidang infrastruktur TIK pada pendidikan.

Luhut menyampaikan di era pandemi Indonesia tidak boleh terlalu bergantung kepada negara lain dan harus mulai memproduksi sendiri dan bangga dengan hasil karya anak bangsa yang hebat.

"Pada akhirnya kita harus produksi sendiri saja, jadi tidak perlu dan mesti impor- impor lagi. Sekarang dengan keadaan di masa pandemi ini kita bisa melihat betapa selama ini banyak selagi bergantung kepada negara lain, bergantung keluar. Dengan ini kita harus menggeser dengan banyak memproduksi dalam negeri," kata Luhut melalui konferensi virtual, Kamis (22/7/2021).

Baca Juga: Tekan Impor, Luhut Dorong Produksi dan Penggunaan Produk TIK Buatan Lokal



Luhut menuturkan Indonesia akan bisa dan mampu untuk mengambil langkah produktif dan mengurangi beberapa hal yang dianggap konsumtif dalam membeli dan mengekspor barang ari produk luar.

"Ya pasti bisa, saya optimis kita bisa memenuhi kebutuhan kita. Memang presentase produksinya rendah tapi kalau kita serius kita bisa membuat lebih banyak dan tadi pihak Mendikbud sudah menganggarkan cukup besar dan saya dukung dan pasti ini akan berhasil dan akan sangat baik sekali karena indonesia sebenarnya anak-anak bangsa yang hebat," paparnya.

Baca Juga: PPKM Level 4, Begini Arahan Jokowi ke Luhut

Lebih lanjut Ia menghimbau kepada seluruh warga untuk bia bangga selaku Warga negara Indonesia harus mulai mencintai produk lokal dan memproduksi dengan sendiri secara perlahan.

"Kita harus memajukan diri kita jangan terlalu mengharapkan negara maju bisa terus menggandeng negara berkembang, kapan kita akan mengembangkan value nya," pungkasnya.
(akr)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top