Tren Nilai PMN BUMN Makin Bombastis, Pengamat Minta Penguatan Internal Audit

Kamis, 22 Juli 2021 - 15:40 WIB
loading...
Tren Nilai PMN BUMN...
Pengamat Kebijakan Publik mencoba, menakar apa yang membuat Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun ini menjadi perdebatan. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pengamat Kebijakan Publik, Wijayanto Samirin mencoba, menakar apa yang membuat Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun ini menjadi perdebatan. Adapun ia menyebut hal tersebut didorong oleh beragam faktor yang bertemu di satu titik.

“Pertama, adanya tren PMN lama-lama nilainya makin bombastis. Dulu setiap tahun PMN nilainya Rp10 triliun kemudian naik terus hingga bisa mencapai Rp 40 triliun. Namun sekarang normal barunya, nilai PMN sekitar Rp70 triliun ke atas,” ujarnya dalam Market Review di IDX Channel, Kamis (22/7/2021).

Baca Juga: Erick Thohir Menjawab Kritikan Faisal Basri Soal PMN BUMN Rp106 Triliun

Kedua, ia menerangkan banyaknya pemberitaan penyelewengan oleh perusahaan-perusahaan yang terbit di media dimana hal itu mengandung concern tersendiri. Ketiga, Indonesia tengah mengalami keterbatasan fiskal.

“Jadi tiga hal ini, kemudian bertemu menjadi satu yang membuat para pihak concern terhadap hal-hal yang berhubungan dengan PMN BUMN ,” kata dia.

Ketika disinggung terkait pertanggungjawaban PMN BUMN, Wijayanto menegaskan, pengawasan monitoring sangat penting dalam pemberian PMN. Dimana ketika PMN sudah diserahkan maka monitoringnya harus ketat terlebih penggunaannya harus sesuai dengan rencana dan harus dipantau prosesnya.

“Pertanggungjawaban itu kan macam-macam. Ada pertanggung jawaban di akhir, ada juga secara periodik, monitoring, dan sebagainya. Tapi pertanggungjawaban monitoring di awal adalah yang menjadi prioritas,” terang dia.

Baca Juga: BUMN Diguyur PMN Rp106 Triliun, Stafsus Erick Thohir: Bukan Buat Bayar Utang!

Lebih lanjut, Wijayanto menuturkan di dalam PMN ada jeda waktu saat dana itu diturunkan, kemudian muncul permasalahan, permasalahan terkuak, hingga permasalahan reda. Terkadang, kata dia, ketika sekarang muncul permasalahan sebenarnya itu adalah sesuatu yang sudah ditanam 10 tahun yang lalu.

Sejalan dengan itu, ia mendorong Kementerian BUMN supaya dapat menguatkan kualitas dari internal audit serta standarisasi eksternal audit yang digunakan.

“Itu hal yang penting sebab sekarang ini sedang menghadapi situasi pandemi dimana peluang kesalahan marak terjadi disaat kondisi seperti sekarang ini. Ketika semua diburu untuk mendapatkan alat kesehatan, obat, vaksin, rumah sakit sementara, dan lain sebagainya. Saat kesalahan itu dilakukan sekarang, permasalahan belum nampak. Tetapi disaatnya nanti, baru akan muncul masalah,” tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Transformasi IFG Tak...
Transformasi IFG Tak Hanya Streamlining, Tapi Perkuat Tata Kelola Investasi
Pangkas 250 BUMN, Prabowo...
Pangkas 250 BUMN, Prabowo Sebut Negara Hemat Rp50 Triliun
Marketing CoE Danantara,...
Marketing CoE Danantara, Jasa Marga Jadi Mentor Pengelolaan Command Center
Jasa Marga Perkuat Penciptaan...
Jasa Marga Perkuat Penciptaan Nilai Berkelanjutan, Selaras Arah Transformasi Danantara
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
Kinerja BUMN Menguat,...
Kinerja BUMN Menguat, Muncul Motor Pertumbuhan Baru
MA-Kemenkum: Kepastian...
MA-Kemenkum: Kepastian Hukum dan Pemahaman BJR Penting dalam Pengambilan Keputusan di BUMN
Prabowo Sebut BUMN Sumber...
Prabowo Sebut BUMN Sumber Korupsi: Kembalikan Kekayaan Rakyat
Sucofindo Buka Lowongan...
Sucofindo Buka Lowongan Kerja 2026, Lulusan D3/S1 Berbagai Jurusan Merapat!
Rekomendasi
Heboh! Sejumlah Artis...
Heboh! Sejumlah Artis Tagih Honor Miliaran Rupiah ke TV Swasta
PPATK Ungkap Perputaran...
PPATK Ungkap Perputaran Dana Judi Online Turun hingga Rp286,84 Triliun di Era Prabowo
AI Buatan China Meraih...
AI Buatan China Meraih Skor Sempurna di Olimpiade Matematika Dunia
Berita Terkini
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
Bangun PFII di Bali...
Bangun PFII di Bali Butuh Waktu 3 Tahun, Danantara Siapkan Masa Transisi di Jakarta
4 Negara Bebas Kewajiban...
4 Negara Bebas Kewajiban Parkir DHE SDA di Himbara, Pemerintah Beri Kelonggaran
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
Infografis
5 Bank BUMN Diguyur...
5 Bank BUMN Diguyur Rp200 Triliun, Segini Rincian Porsinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved