Importir Minta Aktivitas Logistik Bahan Baku Industri Dijaga

Kamis, 22 Juli 2021 - 18:00 WIB
loading...
Importir Minta Aktivitas...
Ilustrasi. FOTO/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) meminta Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tetap harus memerhatikan dan mensupport terkait kebutuhan pasokan bahan baku industri dalam negeri, ditengah Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dalam rangka penanggulangan Pandemi Covid-19.

Ketua Bidang Logistik dan Perhuhungan BPP GINSI, Erwin Taufan mengatakan, aktivitas logistik yang berkaitan dengan kebutuhan bahan baku dan keberlangsungan industri nasional mesti tetap terjaga. Pasalnya, ungkapnya, aktivitas industri nasional seperti manufaktur, elektronika, besi ulir, baja, seng dan turunannya saat ini mengalami penurunan produksi lantaran permintaan yang melemah akibat Pandemi yang telah berlangsung hampir 18 bulan terakhir ini.

"Berdasarkan data GINSI yang dikumpulkan dari informasi para perusahaan anggota, bahwa penurunannya saat ini mencapai 25% hingga 30%. Itu secara keseluruhan untuk industri nasional," ujar Taufan.

Baca Juga: Pengusaha Logistik Dukung Perpanjangan PPKM Darurat

Dia menyebutkan, melemahnya aktivitas industri nasional juga disebabkan terjadinya penurunan permintaan terhadap kegiatan proyek infratruktur di dalam negeri.

Penurunan demand itu juga lantaran adanya kewajiban sementara beberapa pabrik/industri untuk mengurangi konsumsi oksigen dalam kegiatannya menyusul meningkatkan volume kebutuhan oksigen medis akibat lonjakan kasus Covid-19 dalam waktu sebulan terakhir.

Kendati begitu, imbuhnya, kinerja ILMATE harus tetap dipacu dengan persiapan mencadangkan bahan baku yang cukup bagi industri-industri tersebut serta memberikan berbagai stimulus yang diperlukan. Meskipun selama ini, berdasarkan laporan dari kalangan industri yang merupakan anggota GINSI, bahwa support Direktorat ILMATE Kemenperin dirasa cukup terkait bahan baku produksi.

"Dalam hal ini perusahaan importir anggota GINSI siap mendukung upaya Kemenperin dalam memacu kembali industri nasional khususnya ILMATE, demi kesinambungan program pemerintah dalam menggenjot infrastruktur dan pertumbuhan perekonomian nasional," paparnya.

Taufan mengatakan, Kemenperin selama ini sudah memberikan upaya cukup maksimal terkait kebutuhan pelaku pasar industri nasional.

"Kita berharap Pandemi ini bisa segera berakhir, oleh karenanya disisi lain kita juga perlu menjaga ketersedian bahan baku industri atau pabrik-pabrik itu. Strategi ini sebagai upaya disaat Pandemi mereda, maka harapannya industri nasional bisa langsung tancap gas dan tetap bisa berjalan baik tanpa adanya kendala keterbatasan bahan baku yang dibutuhkan," ucapnya.

Baca Juga: PPKM Darurat Diberlakukan, Pelindo III Jamin Kelancaran Arus Logistik

Taufan juga mengatakan, GINSI mendukung kebijakan perpanjangan PPKM Darurat oleh Pemerintah sampai dengan 25 Juli 2021 mendatang, sebagai upaya menekan laju Covid 19 di Indonesia. "Meskipun berat kami rasakan sebagai pelaku usaha dengan kondisi sekarang ini. Namun kami optimistis keadaan akan membaik dimasa-masa mendatang. GINSI dapat memahami kebijakan yang di ambil Pemerintah RI terkait PPKM Darurat Level 4 itu," ujarnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Daud Joseph Mundur dari...
Daud Joseph Mundur dari Dirut PT Pos Indonesia usai Penggabungan BUMN Logistik
KAI Logistik Angkut...
KAI Logistik Angkut 6,8 Juta Ton Barang hingga Mei 2026, Terbanyak Batu Bara
Krisis Bahan Baku Plastik,...
Krisis Bahan Baku Plastik, Pemerintah Jajaki Impor Kemasan dari Malaysia hingga Rusia
Industri Diapers Tertekan...
Industri Diapers Tertekan Lonjakan Harga Bahan Baku, APKI Ingatkan Risiko Gangguan Pasokan
KAI Logistik Ekspansi...
KAI Logistik Ekspansi Angkutan CPO, Target 200.000 Ton per Tahun
Krisis Nafta Landa Jepang,...
Krisis Nafta Landa Jepang, Sektor Konstruksi dan Manufaktur Mulai Lumpuh
KJRI Penang : Konektivitas...
KJRI Penang : Konektivitas BNCT, Belawan - Penang - Port - Perlis Inland Port Perkuat Rantai Pasok Kawasan
Elektrifikasi Alat Bongkar...
Elektrifikasi Alat Bongkar Muat Dorong Kelancaran Logistik di Tanjung Priok
Era Baru Logistik Udara...
Era Baru Logistik Udara Dimulai Seiring Rampungnya Sertifikasi HY-100
Rekomendasi
Membaca Penguatan Kelompok...
Membaca Penguatan Kelompok Rentan dalam Revisi UU HAM
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta' Eps. 17: Mila Kembali Menempati Rumahnya Bersama Adit, Elin dan Hasna Berusaha Membangkitkan Semangatnya
Tren Interior Modern,...
Tren Interior Modern, Ubah Wajah Lebih Estetis dan Fungsional
Berita Terkini
Transaksi Olein di JFX...
Transaksi Olein di JFX Naik Tembus Rp7,3 Triliun, Timah Ikut Menguat
S&P Dow Jones Ancam...
S&P Dow Jones Ancam Turunkan Status Pasar Saham Indonesia, BEI Buka Suara
Asabri Kolaborasi Beri...
Asabri Kolaborasi Beri Kemudahan Kepemilikan Kendaraan bagi Peserta
Superbank Gandeng OVO...
Superbank Gandeng OVO Perluas Akses Pembiayaan Digital Satu Aplikasi
Koper Jadi Ukuran Baru...
Koper Jadi Ukuran Baru Kenyamanan, Piece Concept Mulai Dibicarakan Penumpang RI
Lagi-lagi, Rupiah Kembali...
Lagi-lagi, Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS
Infografis
Bill Gates Sumbang Rp2,6...
Bill Gates Sumbang Rp2,6 Triliun tapi Minta Uji Vaksin di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved