Menangkap Peluang dalam Skema Baru Perdagangan Inggris Pasca-Brexit
Sabtu, 24 Juli 2021 - 03:11 WIB
loading...
A
A
A
Menteri Perdagangan Internasional Liz Truss mengatakan, bahwa secara fundamental, perdagangan mampu memberdayakan banyak orang dan telah berkontribusi lebih baik dibandingkan kebijakan lain dalam sejarah untuk mengangkat jutaan orang di seluruh dunia keluar dari kemiskinan.
“Sekarang Inggris adalah negara perdagangan yang independen, kami memiliki peluang besar untuk melakukan berbagai hal secara berbeda, mengambil pendekatan yang lebih liberal dan pro-perdagangan, yang mengarah pada pertumbuhan dan peluang," ujar Truss.
Sementara itu Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab mengatakan, pemotongan tarif untuk negara-negara miskin memungkinkan mereka untuk berdagang menuju kemandirian yang sejati. “Saya bangga kami memimpin dunia dalam menawarkan kesempatan tersebut," tukas Raab.
Secara terpisah Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Rob Fenn mengatakan, skema DCTS yang diusulkan ini menandakan keinginan Inggris untuk mempromosikan perdagangan bebas dan adil secara global. Ditambah serta menunjukkan komitmen kepada Indonesia, dengan memungkinkan bisnis Indonesia mengakses pasar Inggris dengan lebih mudah.
“Dalam Tinjauan Terpadu yang menjelaskan kebijakan luar negeri termasuk keamanan, pertahanan, dan pembangunan, Inggris menegaskan kembali komitmennya terhadap kawasan Indo-Pasifik sebagai mesin ekonomi global dan pusat budaya global – dan Indonesia adalah jantung dari visi tersebut.
"Perdagangan bilateral antara Inggris dan Indonesia mencapai £3 miliar, dan investasi ke Indonesia dari Inggris adalah £7,1 miliar pada tahun 2019 – menjadikan kami investor Eropa terbesar kedua di Indonesia – dan hal ini telah menciptakan 1 juta lapangan kerja di Indonesia. Fakta tersebut menunjukan bahwa ada kesempatan untuk pertumbuhan," ujar Fenn.
“Sekarang Inggris adalah negara perdagangan yang independen, kami memiliki peluang besar untuk melakukan berbagai hal secara berbeda, mengambil pendekatan yang lebih liberal dan pro-perdagangan, yang mengarah pada pertumbuhan dan peluang," ujar Truss.
Sementara itu Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab mengatakan, pemotongan tarif untuk negara-negara miskin memungkinkan mereka untuk berdagang menuju kemandirian yang sejati. “Saya bangga kami memimpin dunia dalam menawarkan kesempatan tersebut," tukas Raab.
Secara terpisah Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Rob Fenn mengatakan, skema DCTS yang diusulkan ini menandakan keinginan Inggris untuk mempromosikan perdagangan bebas dan adil secara global. Ditambah serta menunjukkan komitmen kepada Indonesia, dengan memungkinkan bisnis Indonesia mengakses pasar Inggris dengan lebih mudah.
“Dalam Tinjauan Terpadu yang menjelaskan kebijakan luar negeri termasuk keamanan, pertahanan, dan pembangunan, Inggris menegaskan kembali komitmennya terhadap kawasan Indo-Pasifik sebagai mesin ekonomi global dan pusat budaya global – dan Indonesia adalah jantung dari visi tersebut.
"Perdagangan bilateral antara Inggris dan Indonesia mencapai £3 miliar, dan investasi ke Indonesia dari Inggris adalah £7,1 miliar pada tahun 2019 – menjadikan kami investor Eropa terbesar kedua di Indonesia – dan hal ini telah menciptakan 1 juta lapangan kerja di Indonesia. Fakta tersebut menunjukan bahwa ada kesempatan untuk pertumbuhan," ujar Fenn.
Lihat Juga :