Transaksi Uang Elektronik Terus Melejit di Masa Pandemi

loading...
Transaksi Uang Elektronik Terus Melejit di Masa Pandemi
Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Pembatasan mobilitas masyarakat guna memutus penyebaran virus Covid-19 mendorong terjadinya perubahan pada transaksi keuangan, di mana penggunaan uang elektronik naik signifikan.

Hal ini juga seiring perkembangan digital yang membuat banyak masyarakat beralih menjual dan membeli barang melalui e-commerce. Terlebih, layanan perbankan digital atau uang elektronik ini dapat mengurangi risiko penularan Covid-19.

Sejak semester I/2021 transaksi uang elektronik melonjak 41,01 persen dan nilainya diprediksi bisa mencapai Rp278 triliun hingga akhir tahun ini.

Director of Consumer Business Bank BRI, Handayani mengatakan, sejak tiga bulan terakhir transaksi elektronik meningkat signifikan dibandingkan periode empat tahun ke belakang sebelum pandemi.



"Jadi kalau kita lihat perubahan ini sangat signifikan sekali, termasuk tren transaksi. Kalau kita lihat dari data dengan membandingkan posisi 3 bulan terakhir dengan 2015-2019 sebelum adanya Covid-19, itu jumlahnya lebih banyak yang tiga bulan terakhir ini," ujarnya dalam acara Indonesia Industry Outlook 2021 secara daring, Rabu (28/7/2021).

Baca juga: Ogah Disebut Endorse COVID-19, Raffi Ahmad Pilih Rahasiakan Dirinya Pernah Terpapar

Menurut dia, meningkatnya transaksi elektronik di tengah pandemi disebabkan oleh kesadaran masyarakat seiring meningkatnya risiko penularan virus Covid-19 melalui uang kertas.

"Mulai takut untuk memegang uang tunai karena dianggap sebagai alat transfering virus Covid-19. Sementara kalau server base yang ada di mobile, risiko penularan Covid-19 ini dapat dikontrol," jelas dia.

Senada, Wakil Direktur Utama Bank Syariah Indonesia, Abdullah Firman Wibowo, juga menyoroti fenomena yang sama dengan menilai setidaknya ada tiga faktor yang menyebabkan perubahan transaksi ke depannya.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top