Kinerja Moncer, Laba Bersih Jasa Marga Meningkat 709%
Kamis, 29 Juli 2021 - 12:26 WIB
loading...
Ilustrasi. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) melaporkan laba bersih pada kuartal II-2021. Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2021, perseroan mencatatkan laba sebesar Rp855,63 miliar atau naik 709,24 persen dibandingkan 30 Juni 2020 sebesar Rp105,73 miliar.
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp6,88 triliun atau naik 1,59 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,77 triliun dengan laba per saham dasar Rp117,89.
Baca Juga: Saratoga Raup Laba Bersih Rp15,3 Triliun di Semester I 2021
Adapun pendapatan Perseroan terdiri atas pendapatan tol, pendapatan usaha lainnya (jasa pengoperasian jalan tol, pemeliharaan jalan tol, penjualan BBM SPBU, sewa lahan, sewa properti, penjualan properti, iklan, lainnya), dan pendapatan konstruksi.
Pendapatan tol menjadi penyumbang terbesar pendapatan sebesar Rp5,23 triliun atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp3,91 triliun. Kemudian, pendapatan usaha lainnya tercatat Rp410,26 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp433,29 miliar, dan pendapatan konstruksi tercatat Rp1,23 triliun atau lebih rendah dari sebelumnya Rp2,43 triliun.
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp6,88 triliun atau naik 1,59 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,77 triliun dengan laba per saham dasar Rp117,89.
Baca Juga: Saratoga Raup Laba Bersih Rp15,3 Triliun di Semester I 2021
Adapun pendapatan Perseroan terdiri atas pendapatan tol, pendapatan usaha lainnya (jasa pengoperasian jalan tol, pemeliharaan jalan tol, penjualan BBM SPBU, sewa lahan, sewa properti, penjualan properti, iklan, lainnya), dan pendapatan konstruksi.
Pendapatan tol menjadi penyumbang terbesar pendapatan sebesar Rp5,23 triliun atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp3,91 triliun. Kemudian, pendapatan usaha lainnya tercatat Rp410,26 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp433,29 miliar, dan pendapatan konstruksi tercatat Rp1,23 triliun atau lebih rendah dari sebelumnya Rp2,43 triliun.
Lihat Juga :