Wamendag Terus Dorong Produk Desa Tembus Pasar Ekspor
Kamis, 29 Juli 2021 - 23:59 WIB
loading...
A
A
A
Dalam bidang akses pasar, perjanjian perdagangan baik bilateral maupun multilateral sangat penting agar produk-produk Indonesia bisa diakomodasi oleh negara tujuan dengan tarif yang bagus, bahkan tanpa tarif bea masuk. Upaya ini penting menurut Jerry, sebab secara politis dan teknis memang perlu dilakukan berbagai upaya agar sebuah negara menerima dan memberikan fasilitas bagi produk Indonesia.
Baca juga:Kemlu Cari Informasi Soal Kondisi WNI di Alaska Pasca Gempa Besar
“Kita harus meminimalkan hambatan perdagangan dan mengoptimalkan fasilitasi perdagangan bagi produk Indonesia sehingga bukan hanya bisa masuk tetapi juga bisa mengakses pasar di negara tujuan. Itu inti dari upaya-upaya dalam perjanjian perdagangan,” terang Jerry.
Sedangkan dalam fasilitasi pergudangan dan logistik, Kemendag terus mengembangkan sistem resi gudang (SRG). Sampai dengan tahun 2020 yang lalu tercatat sudah ada sekitar 123 gudang di daerah yang masuk dalam program SRG yang berfungsi sebagai gudang simpan tunda beli produk pertanian dan perkebunan.
Dengan begitu, pengelolaan pasokan dan harga bisa dilakukan dengan baik. Saat ini ada sekitar 20 komoditas yang bisa dikelola melalui SRG, termasuk kopi dan porang yang saat ini menjadi salah satu primadona komoditas ekspor.
Baca juga:Kemlu Cari Informasi Soal Kondisi WNI di Alaska Pasca Gempa Besar
“Kita harus meminimalkan hambatan perdagangan dan mengoptimalkan fasilitasi perdagangan bagi produk Indonesia sehingga bukan hanya bisa masuk tetapi juga bisa mengakses pasar di negara tujuan. Itu inti dari upaya-upaya dalam perjanjian perdagangan,” terang Jerry.
Sedangkan dalam fasilitasi pergudangan dan logistik, Kemendag terus mengembangkan sistem resi gudang (SRG). Sampai dengan tahun 2020 yang lalu tercatat sudah ada sekitar 123 gudang di daerah yang masuk dalam program SRG yang berfungsi sebagai gudang simpan tunda beli produk pertanian dan perkebunan.
Dengan begitu, pengelolaan pasokan dan harga bisa dilakukan dengan baik. Saat ini ada sekitar 20 komoditas yang bisa dikelola melalui SRG, termasuk kopi dan porang yang saat ini menjadi salah satu primadona komoditas ekspor.
(uka)
Lihat Juga :