Harga Minyak Mentah Melonjak, Subsidi BBM Disarankan untuk Kesehatan
Kamis, 28 Mei 2020 - 18:14 WIB
loading...
A
A
A
Terlebih, saat ini sejumlah daerah telah menerapkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di tengah pademi virus corona atau Covid-19. Sehingga terjadi penurunan konsumsi terhadap BBM dan penaikan harga BBM di dunia tidak terlalu berpengaruh terhadap masyarakat.
Dengan kondisi saat ini, lanjut Mamit, subsidi energi terutama BBM akan lebih bagus dialihkan untuk sektor kesehatan masyarakat yang terdampak Covid. Selain itu, bisa digunakan untuk membantu masyarakat yang terdampak karena Covid-19 ini dengan memberikan bantuan sosial atau BLT.
"Subsidi BBM juga bisa untuk membantu masyarakat terutama pengguna listrik 1.300 VA, yang saya kira juga banyak terdampak karena faktor pekerja yang kena PHK," katanya.
Namun demikian, harga minyak dunia yang terus naik perlu mendapat perhatian. Karena tren harga minyak mentah cenderung naik itu akibat banyak negara melonggarkan kebijakan lockdown mereka.
"Hal itu membuat permintaan BBM bertambah, disisi lain OPEC masih berkomitmen untuk memotong produksi mereka sampai Juni 2020 sebanyak 9,7 juta BOPD. Dilanjutkan bulan berikutnya 7,7 juta BOPD sampai akhir tahun," kata Mamit.
Dengan kondisi saat ini, lanjut Mamit, subsidi energi terutama BBM akan lebih bagus dialihkan untuk sektor kesehatan masyarakat yang terdampak Covid. Selain itu, bisa digunakan untuk membantu masyarakat yang terdampak karena Covid-19 ini dengan memberikan bantuan sosial atau BLT.
"Subsidi BBM juga bisa untuk membantu masyarakat terutama pengguna listrik 1.300 VA, yang saya kira juga banyak terdampak karena faktor pekerja yang kena PHK," katanya.
Namun demikian, harga minyak dunia yang terus naik perlu mendapat perhatian. Karena tren harga minyak mentah cenderung naik itu akibat banyak negara melonggarkan kebijakan lockdown mereka.
"Hal itu membuat permintaan BBM bertambah, disisi lain OPEC masih berkomitmen untuk memotong produksi mereka sampai Juni 2020 sebanyak 9,7 juta BOPD. Dilanjutkan bulan berikutnya 7,7 juta BOPD sampai akhir tahun," kata Mamit.
(bon)
Lihat Juga :