Pasca-Listing, Ultra Voucher Pasang Target Laba Bersih Naik 600%
Minggu, 01 Agustus 2021 - 21:02 WIB
loading...
A
A
A
Direktur Ultra Voucher Riky Boy Permata menambahkan, melalui kerja sama ini, pengguna atau nasabah bank akan mendapatkan kemudahan pembelian voucher belanja discount langsung dari aplikasi mobile bankingnya. Di sisi lain, melalui kerja sama dengan Ultra Voucher, pihak bank dapat memperluas jenis transaksi untuk nasabahnya, berpotensi mendapatkan peningkatan traffic transaction, dan potensi peningkatan saldo nasabah ataupun loyalty nasabah untuk tetap memaintenance saldo nasabah di rekening bersangkutan.
Bagi merchant, benefit yang diperoleh dengan adanya kerja sama Ultra Voucher dengan pihak perbankan tersebut adalah mendapat new channel penjualan yang langsung dekat dengan source of fund, yaitu tabungan nasabah.
“Kami optimistis, dengan adanya rencana pengembangan atas produk, fitur baru, channel distribusi dan marketing yang didukung dari perolehan dana IPO ini, akan mendukung target bisnis perusahaan ke depannya. Kami menargetkan pendapatan usaha bisa meningkat 195% dibandingkan 2020 dan perolehan laba bersih yang meningkat 600% di akhir 2021,” ujar Riky.
Berdasarkan prospektus, Ultra Voucher mencatatkan pendapatan usaha Rp338,74 miliar dan laba bersih Rp1,56 miliar pada akhir 2020. Pada kuartal I-2021, Ultra Voucher membukukan peningkatan pendapatan 111% menjadi Rp194,48 miliar dibandingkan dengan Q1 2020. Serta terdapat peningkatan laba bersih sebesar 614% menjadi Rp534,49 juta.
Riky menambahkan, pengembangan bisnis Ultra Voucher didukung 4 kanal distribusi utama, yakni business to business (B2B), Ee-commerce, direct to retail, dan reseller. Pengembangan bisnis juga didukung sumber daya manusia di Ultra Voucher yang berpengalaman di dunia teknologi digital.
Bagi merchant, benefit yang diperoleh dengan adanya kerja sama Ultra Voucher dengan pihak perbankan tersebut adalah mendapat new channel penjualan yang langsung dekat dengan source of fund, yaitu tabungan nasabah.
“Kami optimistis, dengan adanya rencana pengembangan atas produk, fitur baru, channel distribusi dan marketing yang didukung dari perolehan dana IPO ini, akan mendukung target bisnis perusahaan ke depannya. Kami menargetkan pendapatan usaha bisa meningkat 195% dibandingkan 2020 dan perolehan laba bersih yang meningkat 600% di akhir 2021,” ujar Riky.
Berdasarkan prospektus, Ultra Voucher mencatatkan pendapatan usaha Rp338,74 miliar dan laba bersih Rp1,56 miliar pada akhir 2020. Pada kuartal I-2021, Ultra Voucher membukukan peningkatan pendapatan 111% menjadi Rp194,48 miliar dibandingkan dengan Q1 2020. Serta terdapat peningkatan laba bersih sebesar 614% menjadi Rp534,49 juta.
Riky menambahkan, pengembangan bisnis Ultra Voucher didukung 4 kanal distribusi utama, yakni business to business (B2B), Ee-commerce, direct to retail, dan reseller. Pengembangan bisnis juga didukung sumber daya manusia di Ultra Voucher yang berpengalaman di dunia teknologi digital.
Lihat Juga :